Hal tersebut disampaikan Direktur PT Bakrie Brothers Tbk (BNBR) yang juga Dirut PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Ari Saptari Hudaya di Wisma Bakrie II, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Minggu (12/10/2008)
Bakrie tengah melakukan rasionalisasi investasi dengan penjualan saham anak perusahaan. Beberapa perusahaan yang tengah melakukan pembicaraan itu antara lain Credit Lyonnais, Avenue Asia dan 4 konsorsium lokal termasuk dari Sampoerna dan Djarum. Bahkan Tata Group sudah melakukan pembicaraan dengan perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keenam saham grup Bakrie yang disuspensi Bursa Efek Indonesia itu adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
BEI menghentikan perdagangan 6 saham itu sejak sesi I perdagangan mulai 7 Oktober 2008.
Rasionalisasi investasi ini bertujuan untuk mempercepat pencairan utang yang jatuh tempo pada April 2009 sebesar 1 miliar dolar.
Hingga kini total utang BNBR mencapai US 1,2 miliar yang dijaminkan dengan kekayaan perusahaan sebanyak US$ 6 miliar termasuk 6 perusahaan anaknya.
Presdir Bakrie & Brothers, Nalinkant Rathod membantah rumor soal gagal bayar (default) repo yang dituding sebagai anjloknya saham Grup Bakrie pada pekan lalu.
"Kita tidak sama sekali melakukan repo kalau ada lembaga keuangan yang melakukan repo itu bukan urusan kita," ujarnya. (ddn/ddn)











































