Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany mengatakan, emitan-emiten tersebut telah siap mem-buy back saham-saham mereka namun pihak Bapepam tidak bisa memastikan kapan mereka akan melakukannya.
"Sampai saat ini BUMN dan non-BUMN siap melakukan buy back, soal besok ataukah bukan besok itu urusan mereka sendiri. Hampir lebih dari 15 emiten, besok masih banyak lagi," imbuh Fuad di Gedung Depkeu, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal besar dananya, saya nggak boleh tahu angkanya. Tapi jumlah uangnya lebih banyak dari perdagangan per hari," ujarnya.
Bapepam juga tidak bisa memastikan apakah maraknya buy back itu akan menyelamatkan Bursa Efek Indonesia dari kejatuhan IHSG lagi.
"Apakah pasar besok negatif atau postif saya tidak tahu, pemerintah sudah cukup memberikan aturan agar membuat pasar confidence," tambahnya.
Berdasarkan ketentuan yang baru Bapepam, emiten yang telah memperoleh izin buy back diberi kesempatan selama kurun waktu 3 bulan untuk melancarkan aksi korporasinya itu.
"Ini artinya peraturan yang baru, direspon positif oleh para emiten," kilah Fuad. (hen/qom)











































