Bursa Regional Naik, BEI Masih Diincar Investor yang 'Balas Dendam'

Bursa Regional Naik, BEI Masih Diincar Investor yang 'Balas Dendam'

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2008 08:29 WIB
Bursa Regional Naik, BEI Masih Diincar Investor yang Balas Dendam
Jakarta - Pembukaan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah lama dinanti-nanti pelaku pasar setelah 3 hari ditutup karena takut Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun tajam. Namun pelaku pasar tetap waspada karena masih banyak investor yang masih balas dendam karena gagal menjual sahamnya saat bursa ditutup.

"Masih banyak investor yang tidak dapat melakukan penjualan sahamnya pekan lalu dan bisa balas dendam melakukan aksi jual saat bursa kembali dibuka," kata pelaku pasar di perusahaan swasta ketika dihubungi detikFinance, Senin (13/10/2008).

Pelaku pasar masih melihat-lihat saham apa saja yang masih bisa dibeli karena suasana pasar yang cenderung melemah atau bearish. Namun saham-saham BUMN kemungkinan akan naik karena ada upaya buy back saham dari perusahaan pelat merah

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi IHSG diprediksi masih rentan karena pasar global yang belum stabil. Namun hijaunya beberapa bursa regional Senin pagi ini seperti Korea dengan indeks KOSPI yang naik 3,63% atau 45,09 poin menjadi 1.286,56. Indeks saham di Australia pada pembuakaan hari ini bahkan naik 5,37% atau 211,7 poin. Sedangkan bursa saham Strait Times Index (STI) Singapura  naik 2,26% atau 43,970 poin menjadi 1.992,300.

Bursa saham regional mampu bangkit melawan penutupan Wall Street yang Jumat pekan lalu turun. Pada perdagangan Jumat (10/10/2008), indeks Dow Jones dibuka sempat anjlok hingga 682 poin (7,9%) dan melorot di bawah level 8.000. Indeks Dow Jones akhirnya ditutup turun 128 poin (1,49%) ke level 8.451,19.

Perdagangan di BEI sendiri buka setelah tiga hari ditutup. Pembukaan kali ini juga diikuti dengan pengetatan sejumlah aturan di BEI seperti saham naik atau turun lebih dari 10% akan disuspensi untuk menjaga fluktuasi pasar. Sebelumnya auto rejection baru berlaku jika saham naik atau turun lebih dari 30%. Dengan aturan baru ini, maka investor yang melakukan spekulasi jual atau beli yang berlebihan tertahan geraknya.

Saat suspensi perdagangan saham Rabu (8/10/2008) pukul 11.08 JATS, posisi IHSG merosot tajam hingga 168,052 poin atau 10,38 persen ke posisi 1.451,669.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

eTrading Sekuritas

Market Open, Up or Down ? Hari ini IHSG akan kembali di buka setelah lima sesi penutupan perdagangan tercatat sejak 7 october 2008. Rencana penutupan
perdagangan bukan untuk menghindari penurunan saham tetap untuk membuat market lebih rational ujar Erry Firmansyah.

Akhir pekan kemarin, Dow ditutup -1,5% menjadi 8.451 setelah sempat tertekan lebih dari 5% intraday. Rencana-rencana pemerintah membangun optimisme investor atas krisis kredit ini akan meredah. Pemerintah US juga akan merencanakan pembelian Bank-Bank di US yang membuat indek DOW melejit 3%.

Panic selling juga tersebar pada market komoditas, minyak sempat tertekan 10% dan menembus level fisikologi $80/barrel menjadi $77/barrel. Manum
penurunan akhir pekan kemarin di bayar dengan rebound perdagangan minyak pekan ini. Minyak kembali rebound 4,3% menjadi $81/barrel.

Untuk Market Indonesia, pagi ini akan sedikit berbeda dengan hari sebelumnya. IHSG akan dibuka dengan meniadakan Pre-opening sesi dan batas
maximum (Auto-Rejection) kenaikan dan penurunan di ubah menjadi 10% dari sebelumnya 30%,.

Berita dari group Bakrie akhirnya mengumumkan keadaan yang sebenarnya. Group Bakrie akan menjual semua anak perusahaanya untuk menutup utang $1,2 miliar,
stand-by buyer meliputi, PTBA, ANTM, Avenue Capital, Djarum, Sampoera dan Credit Lyonese. Sementara itu Buy-Back besar-besaran dari emiten BUMN dan
Swasta sudah di umumkan pada media dan dapat direalisasi tanpa RUPS atau artinya dapat melakukannya langsung bahkan pada perdagangan hari ini juga.  

Prediksi kita indek akan rebound, berita baik sudah mulai berdatangan. Apabila dilihat dari perdagangan Dow Future juga naik dan STI naik 2,7%. Saran kita untuk investor yang masih memiliki cash in hand untuk kembali ke market karena titik terendah diperkirakan ada pada level saat ini.   (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads