Rupiah dan IHSG Masih Terpuruk

Sesi Siang

Rupiah dan IHSG Masih Terpuruk

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2008 12:21 WIB
Rupiah dan IHSG Masih Terpuruk
Jakarta - Pasar finansial dalam negeri terus dihujani sentimen negatif dari aksi jual yang berlebihan oleh pelaku pasar. Indeks Harga Sahan Gabungan (IHSG) dan rupiah masih juga terpuruk di zona merah. Libur tiga bursa tidak mampu menahan pelemahan IHSG.

Pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/10/2008) IHSG anjlok 49,768 poin (3,43%) menjadi 1.401,901. IHSG pada sesi pagi sempat terjatuh hingga 92 poin lebih. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB turun 10 poin ke posisi 9.870 per dolar AS.

IHSG gagal mengikuti rebound pasar saham Asia seperti Hang Seng naik 3,24%, KOSPI naik 3,26%, STI Singapura naik 1,99%. Aksi jual terus berlanjut karena pelaku pasar banyak yang tidak sempat melepas sahamnya ketika bursa saham libur tiga hari.

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 35.176 kali dengan volume 9,854 miliar unit saham, senilai Rp 5,604 triliun. Sebanyak 16 saham naik, 132 saham turun dan 25 saham stagnan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang turun harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 100 menjadi Rp 6.350, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 400 menjadi Rp 3.875, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 70 menjadi Rp 1.520, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 menjadi Rp 2.100 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 650 menjadi Rp 12.150.

Sedangkan saham-saham yanng naik harganya antara lain, Indosat (ISAT) naik Rp 375 menjadi Rp 4.325, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 60 menjadi Rp 1.110 dan Semen Gresik (SMGR) Rp 150 menjadi Rp 2.000.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku sudah mengantisipasi kondisi pembukaan perdagangan Sesi I Senin 13 Oktober 2008. Tekanan jual yang tertahan akibat suspensi selama 3 hari pekan lalu, masih membayang-bayangi IHSG.

"Penurunan pasar pada pembukaan hari ini sudah kami perkirakan. Turun pagi ini 5 sampai 6% masih wajar," ujar Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah dalam jumpa pers di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (13/10/2008). (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads