Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar, pada acara halal bihalal bersama Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, di Gedung Garuda, Jakarta, Senin (13/10/2008).
"Rencana penerbitan bond kami tangguhkan dulu untuk sementara," katanya. Rencananya obligasi tersebut akan bernilai Rp 3 triliun dan US$ 1 miliar.
Ia menambahkan, dana yang diraup dari hasil obligasi tersebut akan digunakan untuk pendanaan proyek-proyek perseroan di tahun 2009 hingga 2010, termasuk proyek 10.000 megawatt yang total nilai proyeknya mencapai Rp 80 triliun.
"Untuk proyek-proyek tahun 2009 insya Allah dananya sudah aman jadi bond itu belum perlu. Sedangkan dana untuk proyek 2010 masih kami cari," ucapnya.
Ia mengatakan, sebagian besar pendanaan untuk proyek tahun 2009 sudah bisa dipenuhi dari pinjaman perseroan yang sebelumnya. Tapi Ia mengaku, jika kondisi pasar memungkinkan, obligasi tersebut bisa diterbitkan tahun 2009 nanti.
(ang/qom)











































