Pada perdagangan sesi II Senin (13/10/2008) pukul 14.45 waktu JATS, IHSG mencatat kenaikan tipis 3,577 poin (0,25%) ke level 1.455,246. Padahal IHSG hingga penutupan sesi I masih mengalami aksi jual hebat.
Ini adalah kenaikan pertama setelah IHSG di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) dilanda aksi jual hebat yang berujung pada kemerosotan sehingga otoritas BEI memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham pada Rabu, 9 Oktober 2008 pukul 11.08 WIB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Kenaikan nilai penjaminan dana nasabah menjadi Rp 2 miliar, dari sebelumnya hanya Rp 100 juta.
- Perluasan agunan bank, dari hanya SBI dan SUN menjadi aset kredit yang berkolektibilitas baik.
Sementara saham-saham di bursa Asia dan Eropa juga menguat. Indeks FTSE 100 di London dibuka menguat hingga 5,04% ke level 4.130,10 dalam 15 menit awal perdagangan. Sementara indeks DAX Frankfurt juga dibuka naik 5,35% ke level 4.787,47.
Β
Kenaikan saham-saham di Eropa terjadi setelah para pemimpin Eropa sepakat untuk menginjeksikan miliaran dolar ke bank-bank yang bermasalah untuk memulihkan kepercayaan pada sistem finansial.
Saham-saham perbankan mencatat kenaikan di bursa Frankfurt, misalnya Deutsche Bank naik 15,29%, Commerzbank naik 15,63%, Postbank naik 12,11%, Hypo Real Estate naik 25,42%.
Sedangkan bursa-bursa regional yang juga mencatat kenaikan adalah indeks KOSPI di Koresel yang ditutup naik 3,8%, Shanghai naik 3,65%, Hong Kong naik 7,6%, Taipei naik 2,15%.
(qom/ir)