Bakrie Brothers Lelang Anak-Anak Usaha

Bakrie Brothers Lelang Anak-Anak Usaha

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2008 19:31 WIB
Bakrie Brothers Lelang Anak-Anak Usaha
Jakarta - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menggelar penawaran terbuka penjualan sejumlah saham 5 anak usahanya. Komposisi saham-saham yang akan dilepas masih dibicarakan.

"Kami tidak ingin melepas saham anak usaha pada satu penawar tertentu. Kami membuka penawaran pada banyak mitra strategis yang berminat," ujar Direktur BNBR, Ari Saptari Hudaya dalam jumpa pers di Wisma Bakrie 2, Jl Rasuna Said, Jakarta, Senin (13/10/2008).

Ari menegaskan, rencana aksi korporasi tersebut masih dalam pembicaraan intensif perseroan. Jumlah saham yang akan dilepas masih belum ditentukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Direktur BNBR Dileep Srivastava mengatakan, bentuk aksi korporasi tersebut tidak selalu dengan cara penjualan saham. Menggandeng mitra strategis juga merupakan strategi BNBR mengatasi masalah yang sedang dihadapi perseroan.

"Bentuk aksi korporasi masih dibicarakan. Intinya kami mencari mitra strategis. Memang salah satu bentuk kerjasama itu bisa dengan menjual saham. Namun bisa juga dalam bentuk lain. Masih dibicarakan," tandas Dileep.

Sebelumnya beredar kabar bahwa seluruh emiten grup Bakrie mengalami gagal bayar dan masalah fundamental kinerja. Menurut rumor yang beredar, rontoknya seluruh saham grup Bakrie pada perdagangan Senin 6 Oktober 2008 lantaran dua masalah tersebut.

"Pembayaran kami dengan pemberi pinjaman tidak ada masalah. Rumor gagal bayar adalah informasi yang menyesatkan," jelas Direktur Keuangan BNBR, Yuanita Rohali.

Perseroan juga menyanggah rumor yang beredar bahwa kinerja fundamental perseroan yang memburuk menyebabkan kejatuhan saham-saham grup Bakrie pekan lalu.

"Fundamental tidak ada masalah. Kinerja kami masih tumbuh baik. Mengenai kejatuhan harga saham, itu lebih disebabkan oleh kondisi market global yang bergerak tidak rasional," tegas Ari.

Kendati demikian, Ari mengakui bahwa dengan jumlah hutang perseroan yang saat ini tercatat sebesar US$ 1,2 miliar, ditambah kondisi ekonomi yang sedang mengarah ke resesi, perseroan harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan kinerjanya di masa mendatang.

"Tujuan kami dalam rencana aksi korporasi penjualan saham-saham anak usaha adalah bagian dari strategi untuk mengatasi masalah dalam menghadapi kondisi ekonomi dunia sekarang dan di masa mendatang. Apalagi ditambah kondisi bursa yang anjlok dan tidak rasional," papar Ari.

Ari mengatakan, tujuan dari rencana serangkaian aksi korporasi tersebut tidak lain untuk melindungi kepentingan pemegang saham perseroan.

"Dalam kondisi seperti ini, kami bisa saja menyerah. Namun ini adalah tugas kami sebagai manajemen, yaitu melindungi kepentingan pemegang saham," tandas Ari.

Oleh sebab itu, perseroan meminta waktu untuk melakukan pembicaraan mendalam untuk menentukan langkah yang paling baik untuk kinerja perseroan.

"Kami meminta suspensi dilakukan hingga 1 minggu ke depan. Tujuannya adalah agar kami bisa mendapat waktu untuk menentukan opsi yang terbaik tanpa pengaruh kondisi bursa yang bergerak tidak rasional," ujar Ari.

Permintaan suspensi masih dibicarakan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun pagi tadi, Direktur Utama BEI, Erry Firmansyah mengatakan akan membuka suspensi seluruh emiten grup Bakrie pada perdagangan besok, Selasa 14 Oktober 2008.





(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads