Rebound Tajam Setelah Gelontoran Ratusan Miliar Dolar

Rebound Tajam Setelah Gelontoran Ratusan Miliar Dolar

- detikFinance
Senin, 13 Okt 2008 22:20 WIB
Rebound Tajam Setelah Gelontoran Ratusan Miliar Dolar
Jakarta - Langkah penyelamatan bersama yang diumumkan berbagai negara di dunia dengan nilai ratusan miliar dolar AS secara perlahan mampu memulihkan pasar saham. Wall Street pun langsung menguat tajam.

Pada perdagangan Senin (13/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) dibuka langsung meroket 383,19 poin (4,53%) ke level 8.834,36.

Saham-saham teknologi di Nasdaq juga menguat hingga 80,44 poin (4,88%) ke level 1.7729,95 dan Standard & Poor's 500 menguat 34,70 poin (3,86%) ke level 933,92.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mayoritas saham-saham di pasar global juga menguat tajam setelah Eropa dan sejumlah negara lain sepakat untuk memberikan berapapun likuiditas yang dibutuhkan sistem perbankan.

Pada akhir perdagangan hari ini, indeks DAX Frankfurt menguat hingga 7,97%, Paris naik 7,38%, London naik 5,27%, Madrid naik 7,88%, Zurich naik 8,55%. Bursa-bursa Asia sebelumnya juga menguat, termasuk IHSG di BEI.

Eropa secara bersama meluncurkan 'serangan' terhadap krisis finansial dengan menyetujui pinjaman hingga lebih dari US$ 1 triliun.

Paket langkah penyelamatan itu diluncurkan setelah pada pertemuan di Paris, akhir pekan lalu, Eropa sepakat untuk menjamin pinjaman antara bank dan dan membuat 'State Fund' yang memungkinkan untuk membeli saham perbankan.

Paket yang diumumkan pemerintah Jerman sendiri meliputi 400 miliar euro (US$ 545 miliar) untuk jaminan utang dan 80 miliar euro dalam bentuk modal baru. Sementara Prancis akan menjamin hingga 320 miliar euro untuk pinjaman antar bank hingga akhir Desember.

Sambutan pasar yang positif ini setidaknya lebih baik ketimbang paket kebijakan bailout US$ 700 miliar yang diumumkan AS awal Oktober lalu. Setelah UU Bailout diteken oleh Presiden Bush, saham-saham justru bergerak liar dan berakhir pada kejatuhan pasar saham global pada pekan lalu.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan, kebijakan yang diambil hanya akan bekerja jika diikuti dengan peraturan internasional yang lebih baik yang akan mengakhiri perilaku pasar yang berlebihan.

"Kebijakan hari ini adalah elemen pertama dari bab baru pasar finansial. Namun ini hanya akan berarti sebuah nama jika diikuti dengan elemen kedua, yang dinamakan perubahan aturan internasional," ujar Merkel setelah kabinetnya menyetujui langkah penyelamatan, seperti dilansir AFP.

Sementara Presiden Prancis Nicolas Sarkozy mengatakan, pemerintahnya juga akan menyusun rencana rekapitalisasi bank-bank Prancis hingga 40 miliar euro.

"Uang tak lagi beredar. Kita harus menciptakan kondisi agar dia bisa bergerak lagi. Bahaya yang paling besar bukanlah dengan mengambil risiko, tapi tidak melakukan apapun," ujar Sarkozy.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads