Saham-saham di BEI telah mengalami kejatuhan selama perdagangan Oktober karena gonjang-ganjing pasar global. Saham-saham unggulan dan lapis dua banyak yang sudah terpangkas dan harganya di bawah harga wajarnya bahkan ada yang di bawah harga IPO-nya.
Bagi investor yang menginginkan investasi jangka panjang, saat ini memang waktunya untuk memilah-milah saham apa saja yang fundamental dan prospeknya bagus dengan harga yang rendah saat ini.Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham di bursa AS mencatat rebound lebih dari 11 persen dalam sebuah rally cepat, terutama dalam setengah jam terakhir. Investor terpacu lagi untuk mengumpulkan saham setelah sejumlah negara didunia mengumumkan rencana penyelamatan finansial massal yang bernilai ratusan miliar dolar AS.
Pada penutupan perdagangan saham Senin (13/10/2008) waktu AS, indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 936,42 poin (11,08%) ke level 9.387,61, sekaligus memecahkan kemelorotan tajam dalam 8 hari terakhir perdagangan.
Indeks teknologi Nasdaq juga menguat hingga 194,74 poin (11,81%) ke level 1.844,25 dan Standard & Poor's 500 menguat 104,11 poin (11,58%) ke level 1.003,35. Kenaikan S&P merupakan yang terbesar sejak 69 tahun terakhir.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (13/10/2008) IHSG naik 10,204 poin (0,7%) menjadi 1.461,873. Meski pada penutupan perdagangan sesi I, Senin (13/10/2008) IHSG masih anjlok 49,768 poin (3,43%) menjadi 1.401,901 dan pada sesi pagi sempat terjatuh hingga 92 poin lebih.
Β
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Optima Securities
Indeks pada hari pertama setelah suspen tiga hari ditutup menguat tipis 10 poin (0,7%) menjadi 1.461. Penguatan didorong olehΒ menguatnya bursa regional dan Eropa di atas 3% serta adanyaΒ pembatasan short selling, naiknya penjaminan dana nasabah di bank hingga Rp 2 miliar, pemberlakuan limit auto reject sebesar 10%, rencana buy back dari BUMN dan non BUMN, cover short dari short seller. Faktor tersebut menambah kepercayaan ke pasar dan indeksΒ berkurang volatilitasnya akibat berlakunya auto rejection yang baru. Indikator Fast Stochastic berpolaΒ golden cross sehingga penguatan indeks bakal berlanjut di level 1.390-1.500 dengan pilihan saham: PTBA, ANTM, TINS, SMGR dan, PGAS.Β
Panin Sekuritas
Hari pertama pembukaan perdagangan setelah suspensi, IHSG bergerak menguat +0.70% menyusul beberapa berita baik di akhir pekan lalu antara lain langkah buyback oleh emiten, revisi peraturan auto rejection oleh Bapepam, rencana penyelamatan lembaga keuangan di Eropa, stand by loan dari Bank Dunia ke Indonesia sebesar USD 5 miliar, dan pergerakan bursa regional yang positif. Meski pasar masih dibayangi oleh ancaman resesi dan likuiditas, akan tetapi tampaknya beberapa kebijakan yang diambil oleh pemerintah beserta otoritas bursa, dapat menenangkan investor. Kisaran support-resistance 1.400-1.504.
eTrading Securities
Bursa Indonesia pada perdagangan pertamanya sejak disuspend selama 3 hari berhasil ditutup di teritori positif. Indeks berhasil menguat 10,2 poin (0,7%) ke level 1461,8 meski pada awal pembukaan perdagangan sempat melorot 92,9 poin menyentuh level terendah dalam 2 tahun terakhir di 1358,7. Perdagangan kembali mendapat sentimen positif setelah beberapa bursa Asia pada perdagangan kemarin berhasil rebound diikuti dengan reboundnya bursa Eropa pada sesi ke-2. Penguatan indeks kemarin ditopang oleh sektor Konsumer (INDF +10%), Infrastruktur (ISAT +10%) dan Manufaktur.
Sementara bursa US pada perdagangan semalam kembali mencetak rekor. Bukan lagi rekor penurunan terbesar seperti yang terjadi 2 pekan lalu, namun rekor penguatan terbesar sejak Great Depression 1929. Indeks Dow melonjak lebih dari 11%, Nasdaq +12% dan S&P500 +11,5%. Lonjakan ini terkait mulai dijalankannya rencana penyelamatan bank-bank di US dan Eropa dengan aliran likuiditas dari pemerintah. Investor mulai kembali percaya diri masuk ke pasar untuk memburu saham-saham yang telah berada di level termurah sejak 10 tahun terakhir. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia juga dibuka melonjak seperti Nikkei +11,2%, KOSPI +6%, KLSE +2% dan FTSE kemarin ditutup +8,26%.
Dari bursa Komoditas, harga minyak dunia kembali rebound dari titik terendahnya akhir pekan lalu (US$77) dan berada di kisaran US$82,4 / barrel. Penguatan ini diikuti beberapa komoditas lainnya seperti Nickel +5%, CPO +0,4% dan Tin +3%.
Dengan positifnya sentimen dari sektor finansial US dan Eropa serta mulai dilakukannya langkah kongkret penyelamatan oleh pemerintah, berpeluang kembali akan membawa bursa Indonesia ditutup menguat. Alasan bursa Indonesia turun, yaitu krisis finansial global dan bukannya pelemahan fundamental emiten, untuk sementara terhapus pada perdagangan bursa Global kemarin.
Kami memperkirakan bursa Indonesia akan mencoba mencerminkan fundamental domestik yang telah berada di level yang sangat murah. Sektor Infrastruktur, Mining dan Consumer diperkirakan akan kembali menggerakkan indeks ke teritori positif seiring kembalinya kepercayaan diri investor untuk kembali masuk ke bursa. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1420 - 1500.
(ir/ir)











































