Rupiah dan IHSG Naik Besar-besaran

Sesi Siang

Rupiah dan IHSG Naik Besar-besaran

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2008 12:13 WIB
Rupiah dan IHSG Naik Besar-besaran
Jakarta - Euforia kenaikan sementara bursa saham Wall Street dan regional ikut menular ke pasar finansial dalam negeri. Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan besar-besaran.

Namun kenaikan saham-saham unggulan tidak bisa bebas bergerak tinggi karena terbentur aturan auto rejection 10% yang membuat kenaikan atau penurunan harga saham maksimal 10%. Hampir semua saham blue chip seperti Bank Mandiri, BRI, Astra terkena auto rejection.

Pada penutupan perdagangan saham sesi I, Selasa (14/10/2008) IHSG menguat tajam hingga 99,212 poin (6,79%) menjadi 1.561,085.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan perdagangan valas pukul 12.00 WIB juga mengangkat rupiah naik hingga 110 poin ke level 9.720 per dolar AS.

Penguatan rupiah terutama didorong oleh sentimen positif naiknya bunga penjaminan oleh LPS dari semula Rp 100 juta menjadi Rp 2 miliar.

Kenaikan dana penjaminan di bank ini membuat pelaku pasar percaya kondisi lembaga keuangan di Indonesia tidak bermasalah dan ada jaminan dari pemerintah.

IHSG mengikuti kenaikan bursa saham Asia siang ini seperti Hang Seng naik 4,39%, Seoul naik 5,3%, KOSPI naik 5,25%, Nikkei naik 13,62%, Shanghai naik 1,21% dan STI Singapura naik 6,35%,

Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 31.832 kali, dengan volume 1,9 miliar unit saham, senilai Rp 1,459 triliun. Sebanyak 153 saham naik, 40 saham turun dan 33 saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 200 menjadi Rp 2.375, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 400 menjadi Rp 4.625, United Tractors (UNTR) naik Rp 600 menjadi Rp 6.7 00, Astra Internasional (ASII) naik Rp 1.250 menjadi Rp 14.200 dan Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 275 menjadi Rp 3.175.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads