BBJ Rangkul Dekopin dan LKBB Jajaki Perdagangan Fisik Komoditi

BBJ Rangkul Dekopin dan LKBB Jajaki Perdagangan Fisik Komoditi

- detikFinance
Selasa, 14 Okt 2008 12:28 WIB
BBJ Rangkul Dekopin dan LKBB Jajaki Perdagangan Fisik Komoditi
Jakarta - Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) menjajaki untuk menyelenggarakan perdagangan fisik terhadap komoditi-komoditi andalan Indonesia.

Untuk itu BBJ merangkul pihak-pihak terkait, melalui  bekerja sama dengan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) dan Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB).

Selama ini BBJ masih begelut dalam  perdagangan kontrak berjangka emas, kontrak indeks emas dan olein.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komoditi riil fisik itu antara lain mencakup 12 komoditi utama yang dihasilkan  di dalam negeri kopi, karet, kakao, CPO, beras, dan lain-lain.

"Kemungkinan dengan penjajakan ini bisa menjadi pendanaan sektor riil, diluar pendanaan selain bank dan lembaga keuangan lainnya," Direktur BBJ Hasan Zein Mahmud dalam acara kerjasama tripartit BBJ, Dekopin,LKBB, di Hotel Shangri-la, Jakarta, Selasa (14/10/2008).

Sementara itu Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Adi Sasono mengatakan yang menjadi inti kerjasama ini, diharapkan produk-produk sektor riil harus punya standar, yang oleh otoritas bursa akan ditentukan, untuk membiayai investor dalam sektor komoditi diluar perbankan.

Kerjasama ini menurutnya dari sisi petani sebagai salah satu pelaku sektor riil bisa menjadi stimulan untuk membawa perekonomian kerakyatan termasuk pertanian masuk dalam sistem ekonomi moderen.

"Integrasi sektor korporat dan ekonomi kerakyatan belum terselenggara. Tugas kita mendorong untuk bisa masuk ekonomi modern yang suka-tidak suka akan mempengaruhi kehidupan kita," katanya

Menurutnya, hal ini penting mengingat pada tahun 2015 anggota ASEAN akan masuk pasar bersama ASEAN mencakup 600 juta orang sebagai pasar potensial.

"Tujuan kita bekerjasama dengan BBJ, agar bisa mendorong ekonomi kerakyatan, mudah-mudahan bisa memberikan pembiayaan yang lancar," ujar Adi.

Ia menambahkan bahwa kerjasama ini sebagai pemberdayaan ekonomi pada sektor riil terutama untuk komodoti pertanian, pertambangan khususnya pada perdagangan komoditi fisik.

Hal ini dalam rangka penyedian infrastruktur dan fasilitas perdagangan berjangka komodoti futures yang likuid dan transparan maka harus melalui tahap perdagangan komoditi spot dan forward.

Penyelenggaraan perdagangan fisik komoditi-komoditi riil asli Indonesia kedepannya diharapkan menjadi cikal bakal perdagangan komoditi futures yang likuid sehingga menempatkan Indonesia sebagai bursa utama di dunia.

(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads