Hal tersebut disampaikan CEO Semen Bosowa Erwin Aksa di sela-sela diskusi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Hotel Ritz Carlton, Kuningan, Jakarta, Selasa (14/10/2008).
Selama ini 3 investor yang disebut menimang Bosowa adalah The Siam Cement Co Ltd dari Thailand, YTL Corporation Berhad dari Malaysia dan Lavarge SA dari Perancis. Perusahaan yang disebut terakhir merupakan salah satu produsen semen terbesar di dunia. Sebelumnya, Lavarge telah mengakuisisi PT Semen Andalas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Situasi pasar modal saat ini membuat opsi stragetic partner lebih bagus, selain pasar modal yang sedang anjlok, harga semen juga mengalami penurunan karena gejala ekonomi. Erwin belum memastikan apakah pihaknya akan menunda IPO tahun depan, namun yang pasti tidak akan ada IPO tahun ini
"Jangan terlalu agresif untuk ekspansi di tahun ini, lagipula bank juga susah memberi biaya untuk ekspansi suku bunga tinggi, selain itu bank juga tidak terlalu tertarik untuk membiayai proyek jangka panjang," ujar Erwin Aksa. (ddn/ir)











































