Hal tersebut disampaikan Direktur Utama BBJ Hasan Zein Mahmud usai acara Nota kesepakatan antara BBJ, Dekopin dan LKBB di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (14/10/2008).
"Untuk kontrak berjangka kakao awal 2009 kita harapkan sudah mulai," ucapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Desember hasil dari perusahaan kosultan selesai, kita lihat dan kita ajukan ke Bappebti," ujarnya.
Sebelumnya BBJ telah mendapatkan persetujuan untuk meluncurkan kontrak berjangka gulir emas. Sehingga dipastikan kontrak berjangka gulir emas akan lebih dulu dari kakao. "Kontrak gulir emas sudah disetujuai pada bulan lalu," ungkapnya.
Mengenai kontrak berjangka CPO, pihaknya belum melakukan kajian dan pertimbangan terhadap komoditi yang sempat booming beberapa bulan lalu lalu.
Dikatakannya sementara waktu untuk komoditi ini akan diarahkan pada perdagangan fisik terlebih dahulu seperti rencana BBJ sebelumnya untuk mengembangkan perdagangan fisik yang mengarah pada kontrak berjangka komoditi.
"Perdagangan fisik, yang pada akhirnya perdagangan berjangka, namun UU kita memfasilitasi perdagangan fisik walaupun tujuannya keperdagangan berjangka nantinya," kata Hasan. (hen/ddn)











































