Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil sebelum mengikuti rapat dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (14/10/2008).
"Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Erry (Dirut BEI) agar batas maksimal auto rejection bisa dihilangkan karena ini situasinya kondisional," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hal ini tentunya menghambat karena kenaikan harga sahamnya, kita butuh harga yang bagus untuk meyakinkan pasar, saham-saham BUMN ini masih berpotensi untuk naik," ujarnya.
Tak mau mau rugi, Sofyan Djalil meminta BEI tetap mempertahankan auto rejection 10 persen batas bawah, yakni penolakan untuk saham yang mengalami penurunan 10 persen.
Menurut Sofyan, naiknya indeks saat ini terjadi karena investor ramai-ramai membeli saham. (ddn/ir)











































