IHSG Dibayangi Koreksi Bursa Global

IHSG Dibayangi Koreksi Bursa Global

- detikFinance
Rabu, 15 Okt 2008 07:36 WIB
IHSG Dibayangi Koreksi Bursa Global
Jakarta - Kenaikan besar-besaran Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam dua hari terakhir mulai dibayangi sentimen negatif. Koreksi bursa global bisa menular ke Bursa Efek Indonesia.

Hampir semua bursa utama Asia seperti Jepang dan Korea pada Rabu pagi ini (15/10/2008) dibuka melemah. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 0,6% atau 57,07 poin menjadi 9.390,5 setelah sehari sebelumnya melonjak drastis hingga 14%. Begitu pula dengan indeks KOSPI di Korea turun 2,1% atau 29,23 poin menjadi 1.338,46.

Pelemahan bursa utama Asia itu mengikuti koreksi yang terjadi di Wall Street yang ditutup melemah setelah mencatat rekor penguatan terbesar dalam 75 tahun pada sehari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pada perdagangan Selasa (14/10/2008), indeks Dow Jones ditutup melemah tipis 76,62 poin (0,82%) ke level 9.310,88. Nasdaq juga melemah 65,24 poin (3,54%) ke level 1.779,01 dan Standard & Poor's 500 turun 5,34 poin (0,53%) ke level 998,01.

Saham-saham bergerak sangat volatile karena masih munculnya kekhawatiran bahwa perekonomian tidak akan bisa menghindari resesi, kendati ratusan miliar dolar sudah digelontorkan ke sistem finansial.

Kekecewaan atas proyeksi pendapatan PepsiCo memicu kekhawatiran ini, karena pembuat soft drink dan snack ini biasanya bisa melewati kerasnya perekonomian. Saham PepsiCo terpuruk ke level terendah sejak crash market tahun 1987.

Sementara dari dalam negeri pelaku pasar masih belum bisa bebas bergerak karena aturan auto rejection 10%. Pelaku pasar akan lebih sedikit hati-hati karena koreksi bursa global bisa ikut menjalar ke BEI. Apalagi IHSG sudah naik tajam dalam dua hari terakhir dan belum diikuti koreksi.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (14/10/2008) IHSG melonjak 94,094 poin (6,44%) menjadi 1.555,967.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.i

Panin Sekuritas


IHSG bergerak menguat 94 poin (6,44%) menyusul rebound-nya Dow Jones sebesar lebih dari 900 poin. Meski demikian, kami menilai kenaikan IHSG terlihat tertahan oleh peraturan auto rejection 10%. Minat beli investor atas saham tertentu dibatasi oleh auto rejection 10%. Secara teknikal, beberapa saham unggulan telah meng-konfirmasikan terjadinya reversal. Kisaran support-resistance 1.504-1.620.

Optima Securities

Sentimen positif pemberlakuan auto reject sebesar 10%Β  membuat investor enggan melepas harga sahamnya sehingga indeks naik 94 poin (6,44%) ke posisi 1.555. Investor menahan melepas sahamnya menunggu harga naik lebih tinggi karena bursa global sedang rebound. Dtatisisi lain nilai transaksi hanya mencapai Rp 2 triliun membuat pelaku pasar meminta agar band auto rejection dinaikan bila pasar sudah stabil agar leluasa dalam trading. Selanjutnya setelah indikator Fast Stochastis membentuk pola golden cross, RSI atau Williams memberikan signal indeks keluar dari area oversold. Indeks diperkirakan masih rally dilevel 1.530-1.580 dengan pilihan saham: TLKM, PGAS, TINS, ASII dan ANTM.

eTrading Securities

Bursa Indonesia pada perdagangan kemarin kembali ditutup menguat signifikan, seiring lonjakan kenaikan pada bursa US dan regional. Indeks ditutup menguat 6,4% ke level 1555,9 dengan disertai oleh lebih dari 20 saham mengalami auto rejection karena menguat sampai ke batas maksimal 10%. Penguatan bursa kemarin lebih ditopang oleh saham-saham BUMN yang kembali dikoleksi investor setelah terkoreksi tajam pekan lalu. Akibat batas auto-rejection yang baru sebesar 10%, perdagangan kemarin relatif sepi hanya sekitar Rp2,36 triliun. Namun anehnya, dua saham dari Grup Charoen yaitu TRUB dan CPRO malahan ditutup melemah signifikan (-10%).

Sementara bursa US pada perdagangan semalam mengalami koreksi tipis, setelah sehari sebelumnya menguat lebih dari 11%. Dow terkoreksi -0,8%, Nasdaq -3,5% dan S&P500 -0,5%. Koreksi yang terjadi di bursa US lebih karena profit taking yang dilakukan oleh investor dan juga tekanan pada saham-saham sektor manufakturing dan konsumer yang diperkirakan akan mengalami penurunan kinerja seiring menurunnya daya beli konsumen. Sektor finance kembali rally setelah Pemerintah US akan segera mengalirkan dana US$250 miliar untuk meningkatkan likuiditas perbankan. Terkait hal ini, beberapa bursa Asia pada perdagangan hari ini juga ikut dibuka melemah seiring profit taking yang dilakukan investor. Nikkei -1%, STI -1,5% dan KOSPI -2%.

Bursa Indonesia sendiri pada perdagangan hari ini diperkirakan juga akan bergerak mixed dengan kecenderungan melemah. Hal ini terkait sentimen negatif dari bursa global serta psikologis investor yang diperkirakan akan segera melakukan profit taking. Sektor mining dan infrastruktur diperkirakan akan mengalami koreksi hari ini seiring penguatan yang signifikan selama 2 hari terakhir. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1520 - 1580. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads