Ini artinya untuk transaksi saham, kenaikannya bisa mencapai maksimal 25%, sedangkan penurunan harganya dibatasi maksimal 10%.
Sementara hari ini BEI masih menerapkan batas auto rejection untuk atas dan bawah sebesar 10% yang diterapkan sejak 13 Oktober 2008. Sebelum krisis melanda BEI, auto rejection yang dipakai sebesar 30%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erry mengatakan pengumuman untuk auto rejection baru ini akan disampaikan pada Rabu sore ini. "Kita tunggu hasil testing kita sore ini," katanya.
Perubahan auto rejection ini menurut Erry tidak akan mengubah peraturan yang sudah ada, karena sifatnya hanya revisi.
Pelaku pasar banyak yang meminta agar auto rejection 10% dikembalikan menjadi 30% karena aturan tersebut telah membuat gerak investasi terbatas.
Menneg BUMN Sofyan Djalil juga telah meminta BEI agar melakukan penghapusan auto rejection batas atas 10 persen karena banyak saham BUMN yang kepentok harganya di saat pembeliannya masih tetap tinggi.
Aturan auto rejection 10% sendiri baru berlaku pada 13 Oktober setelah sebelumnya selama 3 hari BEI ditutup. Aturan ini semula dimaksudkan untuk menghindari gejolak pasar yang terlampau tajam.
Sementara untuk transaksi pra pembukaan, BEI belum akan menggelarnya lagi. "Pre opening kita tiadakan, sampai situasi normal kembali," lanjut Erry.
Penutupan pre-opening diberlakukan sejak perdagangan Senin 13 Oktober 2008. Hingga saat ini BEI masih belum dapat memastikan sampai kapan pre-opening akan dibuka.
Pre-opening adalah perdagangan yang dilakukan selama 1 menit pertama pada pukul 09.25 hingga 09.26 JATS.
Biasanya pre-opening berpengaruh pada pembentukan harga-harga saham tertentu sekitar 60-65 emiten teratas. Transaksi yang terjadi pada pre-opening cukup berpengaruh pada gerak IHSG ketika pasar dibuka pukul 09.30 JATS. (ir/qom)











































