Indeks Nikkei-225 kehilangan hingga 985,95 poin atau 10,33% ke level 8.561,52 yang melebihi kejatuhan saham Dow Jones pada Rabu kemarin (15/10/2008) yang sebesar 7,87%. Β
"Kejatuhan saham di Wall Street ikut menyeret Indeks saham di Jepang," kata Hiroaki Hiwata, dari Toyo Securities seperti dilansir dari AFP, Kamis (16/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (15/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 733,08 poin (7,87%) ke level 8.577,91. Ini adalah kejatuhan terbesar sejak kemerosotan 777 poin yang dicetak pada bulan lalu dan terdalam sejak tahun 1987.
Reaksi pasar terjadi setelah keluarnya data penjualan ritel AS yang menunjukkan penurunan 1,2% selama September, yang kemudian diartikan sebagai meluasnya permasalahan ekonomi AS setelah sebelumnya didera masalah kredit macet dan badai pasar finansial.
Penurunan angka penjualan ritel itu adalah yang terdalam sejak Agustus 2005, dan lebih besar dari ekspektasi pasar yang hanya memperkirakan penurunan 0,7%.
Kisruh di Wall Street tidak hanya menampar bursa Jepang. Indeks saham di Singapura atau STI turun 5,94% atau 122,27 poin menjadi 1.937,12. Begitu pula dengan bursa saham Korea, KOSPI ikut anjlok 6,1% atau 81,90 poin menjadi 1.258,38.
Β
Reaksi di pasar saham Asia begitu cepat, karena investor makin cemas krisis perekonomian AS akan berlangsung lama. (ir/ir)











































