Laju Saham Indosat dan Adaro Terbentur Auto Rejection

Laju Saham Indosat dan Adaro Terbentur Auto Rejection

- detikFinance
Kamis, 16 Okt 2008 11:02 WIB
Laju Saham Indosat dan Adaro Terbentur Auto Rejection
Jakarta - Saham PT Indosat Tbk (ISAT) sedang dalam kondisi yang menguntungkan setelah ada kepastian dari pemerintah bahwa Qatar Telecom boleh menguasi 65% kepemilikan perusahaan.

Investor sedang mengalami euforia kenaikan saham Indosat karena sentimen akan tender offer oleh Qtel. Namun laju kenaikan saham Indosat harus kepentok aturan auto rejection.

Hingga saat ini BEI masih menerapkan aturan auto rejection 10%. Auto rejection ini adalah penolakan transaksi secara otomatis jika kenaikan atau penurunan harga saham mencapai 10%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Semula aturan auto rejection yang dipakai BEI adalah 30%. Aturan auto rejection 10% sendiri baru berlaku pada 13 Oktober setelah sebelumnya selama 3 hari BEI ditutup. Aturan ini dimaksudkan untuk menghindari gejolak pasar yang terlampau tajam.

Pada perdagangan saham sesi I pukul 10.45 WIB, Kamis (16/10/2008) saham Indosat mentok dengan kenaikan 9,09% atau Rp 475 menjadi Rp 5.700. Β 

Hal yang sama juga dialami saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang juga terbentur aturan auto rejection sehingga kenaikannya tertahan 9,59% atau Rp 70 menjadi Rp 800 per saham.

Saham Adaro langsung melesat setelah otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensinya pada perdagangan hari ini. Sebelumnya saham Adaro disuspensi selama dua hari pada 14-15 Oktober karena terkait program buy back-nya.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan Adaro, Andre J Mamuaya mengatakan, perseroan mencadangkan jumlah buy back hingga maksimal 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor.

Namun sampai saat ini penawaran yang masih ada tinggal 5%. Adaro sampai saat ini masih melakukan negosiasi secara intensif dengan beberapa investornya untuk buy back itu.

Dana yang disiapkan Adaro maksimum US$ 100 juta yang bersumber dari dana internal dan pinjaman pihak ketiga. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads