Investor sedang mengalami euforia kenaikan saham Indosat karena sentimen akan tender offer oleh Qtel. Namun laju kenaikan saham Indosat harus kepentok aturan auto rejection.
Hingga saat ini BEI masih menerapkan aturan auto rejection 10%. Auto rejection ini adalah penolakan transaksi secara otomatis jika kenaikan atau penurunan harga saham mencapai 10%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan saham sesi I pukul 10.45 WIB, Kamis (16/10/2008) saham Indosat mentok dengan kenaikan 9,09% atau Rp 475 menjadi Rp 5.700. Β
Hal yang sama juga dialami saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang juga terbentur aturan auto rejection sehingga kenaikannya tertahan 9,59% atau Rp 70 menjadi Rp 800 per saham.
Saham Adaro langsung melesat setelah otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mencabut suspensinya pada perdagangan hari ini. Sebelumnya saham Adaro disuspensi selama dua hari pada 14-15 Oktober karena terkait program buy back-nya.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan Adaro, Andre J Mamuaya mengatakan, perseroan mencadangkan jumlah buy back hingga maksimal 20% dari modal yang ditempatkan dan disetor.
Namun sampai saat ini penawaran yang masih ada tinggal 5%. Adaro sampai saat ini masih melakukan negosiasi secara intensif dengan beberapa investornya untuk buy back itu.
Dana yang disiapkan Adaro maksimum US$ 100 juta yang bersumber dari dana internal dan pinjaman pihak ketiga. (ir/qom)










































