Pada perdagangan saham sesi I, Kamis (16/10/2008) IHSG anjlok 69,790 poin (4,59%) menjadi 1.450,617. Saham-saham unggulan di BEI menjadi tumpahan aksi jual investor.
Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB merosot 56 poin ke posisi 9.830 per dolar AS. Rupiah belum bebas hambatan meski bank sentral sudah mengeluarkan sejumlah langkah pengamanan seperti penurunan giro wajib minimum valas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Turunnya perekonomian AS ditakutkan akan membuat pasar finansial global makin susut karena AS menjadi kiblat ekonomi dunia.
IHSG meluncur deras ke zona negatif mengikuti indeks saham di Asia pada siang ini seperti Hang Seng turun 7,58%, Seoul turun 8,69%, KOSPI turun 8,84%, Nikkei turun 9,63%, Shanghai turun 3,68%, STI Singapura turun 6,63% dan Taiwan turun 3,26%.
Perdagangan saham sesi siang di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat transaksi sebanyak 18.359 kali, dengan volume 646,3 juta saham, senilai Rp 979 miliar. Hanya 15 saham naik, 138 saham turun dan 13 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Telkom (TLKM) turun Rp 400 menjadi Rp 6.750, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 170 menjadi Rp 1.700, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 80 menjadi Rp 1.220, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) turun Rp 550 menjadi Rp 5.200 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 300 menjadi Rp 2.750.
(ir/ddn)











































