Pada perdagangan valas pukul 08.20 WIB, Jumat (17/10/2008) rupiah melemah hingga 80 poin ke posisi 9.785 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar Farial Anwar Perpu mengenai Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) efektif dalam menenangkan pasar tapi tidak membuat pergerakan rupiah
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Farial mengatakan Perpu itu tidak langsung menyelesaikan inti masalahnya, yakni bagaimana mengendalikan gejolak rupiah, tanpa ada pembatasan transaksi dolar, maka Perpu itu tidak bisa mengatasi gejolak rupiah.
"Ibaratnya sakit jantung, tapi yang diobati sakit ginjalnya dulu," ujarnya.
Sementara itu, dolar terhadap euro juga terus menguat menyusul kekhawatiran resesi di AS dan Eropa. Investor lebih memilih instrumen dolar AS yang dinilai lebih aman ketimbang euro di saat ancaman krisis melanda.
"Sudah jelas bahwa dolar diuntungkan sebagai pengalihan risiko, aliran modal kembali masuk ke pasar AS," ujar analis dari Forex Capital Markets seperti dikutip AFP.
(ddn/ddn)











































