pelaku pasar tak menggubris kenaikan saham di Wall Street dan hijaunya sebagian bursa saham Asia. Malahan pencabutan suspensi saham grup Bakrie ikut menambah tekanan jual di Bursa Efek Indonesia.
Pada penutupan perdagangan saham Jumat (17/10/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 63,827 poin (4,36%) menjadi 1.399,424.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 40.429 kali, dengan volume 7,964 miliar unit saham, senilai Rp 3,724 triliun. Sebanyak 31 saham naik, 134 saham turun dan 4Â saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya adalah, Telkom (TLKM) turun Rp 500 menjadi Rp 6.200, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 400 menjadi Rp 3.750, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 200 menjadi Rp 1.875, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 1.600 dan Bank Central Asia (BBCA) turun Rp 150 menjadi Rp 2.600 dan Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 100 menjadi Rp 1.160.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya adalah Bank Internasional Indonesia (BNII) naik Rp 40 menjadi Rp 480, Indika Energy (INDY) naik Rp 70 menjadi Rp 1.630 dan Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) naik Rp 50 menjadi Rp 1.160.
Sedangkan nasib tiga saham grup Bakrie yang baru saja diperdagangkan hari ini setelah disuspensi sejak 7 Oktober 2008 mengalami penurunan harga. Saham Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 15 menjadi Rp 145, Bakrie Sumatra Plantation (UNSP) turun Rp 45 menjadi Rp 415 dan Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 18 menjadi Rp 167.
Sementara bursa Asia pada penutupan perdagangan akhir pekan ini ditutup bervariasi seperti Hang Seng turun 4,44%, KOSPI turun 2,9%, Nikkei naik 2,78%, Shanghai naik 1,08%, STI Singapura turun 3,72%. Â
(ir/qom)











































