Selain Farallon, perusahaan ekuitas swasta Northstar juga dikabarkan berminat untuk membeli saham BUMI.
Menurut sumber-sumber yang dikutip dari Reuters, Sabtu (18/10/2008), kedua sumber itu kini sedang terus bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan senilai US$ 1,5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, negosiasi masih dilakukan dengan para calon pembeli yang terdiri dari perusahaan swasta maupun BUMN dari sejumlah negaradari Australia, India, Malaysia termasuk Indonesia.
"Mengacu kepada confidentiality Agreement yang telah disepakati oleh para pihak, kami belum dapat mengungkapkan harga maupun struktur transaksi selama transaksi tersebut belum final," jelasnya.
Belum terungkapnya transaksi penjualan saham BNBR, BUMI dan ENRG itu menyebabkan suspensi sahamnya hingga kini belum dicabut oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Enam saham grup Bakrie sebelumnya disuspensi sejak 7 Oktober 2008 adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Bakrieland Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL).
Namun pada perdagangan Jumat (17/10/2008), 3 emiten Grup Bakrie yakni BTEL, ELTY dan UNSP sudah dicabut suspensinya setelah ada kejelasan soal penjualan sebagian saham. Namun ketiga emiten ini selanjutnya terkena auto rejection akibat anjloknya harga saham hingga 10%, yang merupakan batas bawah auto rejection.
BNBR dalam keterbukaan informasinya mengungkapkan, 15,3% saham ELTY dilego ke Avenue Luxembourg SARL dengan harga US$ 46 juta. Sementara 5,6% saham UNSP dilego kepada Longines senilai US$ 10 juta.
"Kami tidak ingin melepas saham anak usaha pada satu penawar tertentu. Kami membuka penawaran pada banyak mitra strategis yang berminat," ujar Direktur BNBR, Ari Saptari Hudaya dalam paparan publik di Wisma Bakrie 2, Senin (13/10/2008) lalu.
Ari mengakui bahwa dengan jumlah hutang perseroan yang saat ini tercatat sebesar US$ 1,2 miliar, ditambah kondisi ekonomi yang sedang mengarah ke resesi, perseroan harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan kinerjanya di masa mendatang.
"Tujuan kami dalam rencana aksi korporasi penjualan saham-saham anak usaha adalah bagian dari strategi untuk mengatasi masalah dalam menghadapi kondisi ekonomi dunia sekarang dan di masa mendatang. Apalagi ditambah kondisi bursa yang anjlok dan tidak rasional," papar Ari.
Sejumlah perusahaan, termasuk BUMN dari Indonesia kabarnya berminat untuk membeli BUMI. Tiga BUMN yakni PT Aneka Tambang Tbk, PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk dan PT Timah Tbk dikabarkan akan membeli 35% saham Bumi Resources.
Seperti dikutip dari Reuters, Northstar Pacific merupakan perusahaan yang dikelola oleh bankir Indonesia, Patrick Walujo yang juga mantan bankir Goldman Sachs. Perusahaan ini melakukan joint venture juga dengan TPG Capital.
Farallon sendiri bukanlah 'orang asing' di Indonesia. Farallon sebelumnya sudah membeli saham sejumlah perusahaan Indonesia seperti PT Adaro Energy dan BCA. Baik Northstar maupun Farallon belum bisa memberikan pernyataan.
(qom/qom)











































