Menanti Pencabutan Suspensi Saham Bumi

Menanti Pencabutan Suspensi Saham Bumi

- detikFinance
Senin, 20 Okt 2008 10:10 WIB
Menanti Pencabutan Suspensi Saham Bumi
Jakarta - Saham PT Bumi Resources Tbk telah disuspensi sejak 7 Oktober 2008. Investor kini bertanya-tanya kenapa suspensi saham Bumi Resources begitu lama dan ada masalah apa dengan Bumi?

Saham Bumi masih disuspensi bersama dua saham grup Bakrie lainnya yakni PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).

Pertanyaan kenapa saham Bumi begitu lama disuspensi adalah wajar, karena Bumi Resources adalah saham unggulan yang memiliki nilai kapitalisasi besar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham Bumi pernah menduduki peringkat pertama dari sisi kapitalisasi pasar mengalahkan saham Telkom.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, saham Bumi juga paling lincah pergerakannya diantara saham grup Bakrie lainnya. Saham BUMi pernah mencapai harga tertinggi Rp 8.550 per saham dan sebelum disuspensi pada Selasa (7/10/2008) saham BUMI ada di posisi Rp 2,175 per saham.

Otoritas BEI sendiri mengaku belum bisa mencabut suspensi saham Bumi karena masih menunggu tambahan dokumen dari perseroan.

Senada dengan BEI, Ketua Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) Fuad Rahmany mengatakan, seperti saham Bank Internasional Indonesia yang pernah disuspensi hingga 1,5 bulan, maka jika emiten belum ada kejelasan mengenai aksi korporasinya suspensi belum bisa dicabut.

"Nah, itu kan kita harus dapat penjelasan seperti apa dan kapan, jadi kalau itu semua belum bisa mereka direalisir, ya sesuasi dengan aturan kita masih harus lakukan suspensi," ujarnya usai acara Peluncuran Kampanye Mari Berasuransi di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD Sudirman, Jakarta, Sabtu (18/10/2008) malam.

Sementara dalam keterbukaan informasi ke BEI, Senin (19/10/2008) Direktur dan Corporate Secretary PT Bakrie & Brothers Tbk, RA Sri Dharmayanti mengatakan rasionalisasi portofolio aset BNBR di BUMI dan ENRG saat ini masih dalam proses negosiasi dengan para calon pembeli yang terdiri dari perusahaan swasta maupun perusahaan pemerintah dari negara Australia, India, Malaysia dan Indonesia.

"Mengacu pada confidentially agreement yang telah disepakati oleh para pihak, kami belum dapat mengungkapkan harga maupun struktur transaksi selama transaksi tersebut belum final," kata Sri.

BNBR dikabarkan tengah kesulitan likuiditas karena gadai saham anak-anak usahanya termasuk saham Bumi sudah jatuh tempo. BNBR kini tengah mencari investor agar saham yang dipegang para penjaminnya itu tidak lepas ke pasar.

Beberapa perusahaan yang dikabarkan akan membeli saham Bumi adalah Antam, PTBA, Timah, Farallon Capital.

Kini investor berharap Bumi dan BNBR bisa menyelesaikan masalahnya dengan baik dan transparan sehingga saham Bumi bisa melenggang lagi ke lantai bursa. Karena banyak investor yang kini memegang saham Bumi kesulitan untuk melakukan transaksi. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads