"Awalnya, rencana buy back akan dilakukan dengan dua cara, pertama private trade dengan pemegang saham internasional. Kedua, melalui pasar. Buy back private trade batal dilaksanakan," ujar Corporate Secretary ADRO, Andre J Mamuaya saat dihubungi detikFinance, Senin (20/10/2008).
Menurut Andre, pembatalan tersebut lantaran kesepakatan antara kedua belah pihak tidak tercapai dalam pembicaraan yang telah dilakukan beberapa hari yang lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tadinya, dana yang disiapkan perseroan untuk buy back sebesar US$ 100 juta. Seluruhnya menggunakan kas internal.
"Karena buy back private trade dibatalkan, dana untuk buy back di pasar maksimal sekitar US$ 50 juta,' ujar Andre.
Namun untuk rencana buy back di pasar, perseroan belum dapat memastikan jadwal pelaksanaannya lantaran belum memperoleh izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
"Jadwal buy back di market belum bisa dipastikan. Izin dari Bapepam belum kami peroleh. Jumlah sahamnya pun belum kami tentukan. Kalau dengan private trade tadinya sekitar 5%. Setelah private trade dibatalkan sebanyak-banyaknya buy back di pasar sekitar 2-3%," jelas Andre. (dro/ir)











































