"Permintaan tersebut sedang kami kaji. Namun sepertinya kalau pun diperpanjang tidak akan selama 7 hingga 10 hari ke depan," ujar Direktur Perdagangan Saham, Litbang BEI, M.S. Sembiring di kantornya, SCBD, Jakarta, Senin (20./10/2008).
Saat ini, 3 dari 6 emiten grup Bakrie masih disuspensi. Tiga emiten tersebut adalah PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tiga emiten grup Bakrie lainnya yang suspensinya telah dibuka PT Bakrie Development Tbk (ELTY), PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) dan PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) ketika dibuka Jumat 17 Oktober 2008, langsung anjlok tajam hingga kena penolakan otomatis (auto rejection) batas bawah.
Pada satu menit pertama Sesi I perdagangan hari ini, Senin 20 Oktober 2008, harga saham 3 emiten tersebut kembali anjlok hingga kena auto rejection bawah. Tekanan jual masih kuat, tanpa ada kelihatan dorongan beli.
Berdaarkan data keterbukaan informasi BEI, saat ini negosiasi penjualan sebagian saham-saham anak usaha tersebut sedang dilakukan dengan beberapa perusahaan swasta maupun pemerintah dari Australia, India, Malaysia dan Indonesia.
Direktur Corporate Secretary Bakrie Brothers R.A Sri Dharmayanti dalam keterbukaan publik di BEI, Senin (20/10/2008) mengatakan, permintaan perpanjangan suspensi itu karena proses transaksi penjualan saham BUMI masih berlangsung. Jika tidak disuspensi, maka Bakrie khawatir transaksi yang masih dalam proses negosiasi bisa batal.
(dro/qom)











































