Saham-saham di Wall Street kembali bergerak menguat tajam setelah para investor mendapatkan tanda-tanda bahwa langkah massal pemerintah untuk menyelamatkan industri keuangannya sudah mulai menampakkan hasil.
Pada perdagangan Senin (20/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup menguat tajam 413,21 poin (4,67%) ke level 9.265,43. Indeks teknologi Nasdaq menguat 58,74 poin (3,43%) ke level 1.770,03 dan indeks Standard & Poor's 500 naik 44,85 poin (4,77%) ke level 985,40.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di New York Stock Exchange terndah sejak September 2006, dengan hanya 1,23 miliar lembar saham yang beralih tangan. Angka itu berarti jauh dibandingkan rata-rata perdagangan tahun lalu yang mencapai 1,90 miliar. Sementara di Nasdaq, hanya 2,06 miliar lembar saham yang beralih tangan, dibandingkan rata-rata tahun lalu yang mencapai 2,17 miliar.
Penguatan saham-saham terjadi setelah Gedung Putih mengumumkan sedang mempertimbangkan untuk membuat rencana stimulus babak kedua untuk menggiatkan lagi perekonomiannya. Pemerintah AS sebelumnya telah membuat rencana penyelamatan bernilai US$ 700 miliar untuk menyelamatkan institusi finansialnya.
"Perubahan mood mungkin sedang beralih di Wall Street. Pembicaraan tentang paket rencana stimulus kedua dan pertanda bahwa masalah keketatan likuiditas mulai reda bergabung menciptakan rally yang penuh kekuatan pada hari ini," ujar Al Goldman, chief market strategist dari Wachovia Securities seperti dikutip dari AFP, Selasa (21/10/2008).
Seperti dikutip dari Reuters, saham-saham sektor energi menjadi salah satu penopang kenaikan, setelah harga minyak kembali melonjak. Ancaman OPEC untuk memangkas produksi telah berhasil mengangkat harga minyak dari poaisi terendahnya. Saham Chevron dan Exxon melonjak lebih dari 10%.
"Kita telah melihat beberapa perbaikan di sektor kredit dan Bernanke sudah bicara tentang paket stimulus ekonomi yang menguntungkan," ujar Bucky Hellwig, senior vice president Morgan Asset Management seperti dikutip Reuters.
Gubernur Federal Reserve Ben Bernanke dalam pidatonya di depan kongres secara eksplisit mengungkapkan tentang adanya paket stimulus kedua. Namun Bernanke juga mengingatkan tentang munculnya risiko pelemahan ekonomi yang berlarut-larut.
"Dengan perekonomian yang sepertinya akan melemah untuk beberapa kuartal dan beberapa risiko pelemahan yang berlarut-larut, maka sudah sepantasnya kongres mempertimbangkan sebuah paket fiskal," ujar Bernanke.
(qom/qom)










































