"Pinjaman tersebut, berjangka waktu satu tahun dengan suku bunga SIBOR (satu bulan) + 4,5% pertahun, dibayar perbulan," ujar Wakil Presiden Direktur PSDN, Didik Tandiono dalam siaran persnya, Selasa (21/10/2008).
Pinjaman tersebut menggunakan jaminan berupa persediaan barang dagangan dan piutang dagang, yang diperoleh dari fasilitas pinjaman tersebut. Selain itu jaminan juga berasal dari pembayaran piutang tersebut, dengan saldo rata-rata tiga bulan dimulai dari tanggal penarikan sebesar US$ 1 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bank Danamon, merupakan kreditur baru untuk perseroan. Selama ini, yang menjadi kreditur tetap adalah PT Bank DBS Indonesia (DBS), yang telah menjadi mitra sejak Desember 2006.
Dana pinjaman baru sebesar US$ 13 juta tersebut, akan digunakan untuk menambah modal kerja. Saat ini perseroan tengah mengalami kesulitan dalam permodalan, terkait penurunan harga jual komoditas karet mentah atau crumb rubber tengah mengalami penurunan.
"Untuk mengantisipasinya, kami mesti menambah modal kerja guna meningkatkan kuantitas pembelian karet agar target tahun ini bisa tercapai," kata Didik.
Pada 2008, perseroan memproyeksikan pendapatan konsolidasi akan mencapai Rp 765,937 miliar. Pendapatan tersebut akan dikontiribusikan dari penjualan biji kopi sebesar Rp 5,215 miliar, crumb rubber sejumlah Rp 567,753 miliar, kopi bubuk sebesar Rp 209,00 miliar, dan kopi instan
sebesar Rp 192,760 miliar.
Untuk 2009 perseroan memproyeksikan pendapatan akan meningkat menjadi Rp 1,755 triliun. Pertumbuhan pendapatan itu, juga akan dikontribusikan dari perdagangan komoditas biji coklat, tapioka, dan lada hitam.
Hingga semester I 2008, pendapatan perseroan telah mencapai Rp 350,70 miliar, atau naik 28,64% dari sebelumnya Rp 272,62 miliar. Sementara laba bersih selama semester I 2008, telah mencapai Rp 8,51 miliar, naik 2,04% dari sebelumnya Rp 8,34 miliar. (dro/ir)











































