Pada perdagangan saham Rabu (22/10/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami tekanan karena faktor eksternal itu.
Terlebih bursa saham Asia pada Rabu pagi ini juga dibuka melemah seperti indeks Nikkei Jepang turun 1,16% atau 108,11 poin ke posisi 9.198,14 dan KOSPI Korea turun 0,5% atau 5,6 poin menjadi 1.190,50.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Selasa waktu AS (21/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 231,77 poin (2,50%) ke level 9.033,66. Nasdaq juga melemah tajam hingga 73,35 poin (4,14%) ke level 1.696,69 dan Standard & Poor's 500 merosot 30,35 poin (3,08%) ke level 955,05.
Β
Investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) juga masih mencari pijakan yang tepat untuk investasi saham karena labilnya kondisi pasar global.
Nilai transaksi saham yang tipis juga akan membayangi pasar karena dana-dana investor diduga masih nyangkut di saham grup Bakrie yang kini masih disuspensi seperti saham Bumi Resources.Β
Pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (21/10/2008) IHSG naik 13,211 poin (0,93%) menjadi 1.440,149.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kembali rebound pada perdagangan selasa lalu, seiring dengan pergerakan beberapa bursa Asia yang menguat dan result 3Q08 beberapa emiten in-line dengan ekspektasi pasar. Indeks ditutup menguat tipis 0,9% ke level 1440,1 meski pada awal perdagangan sempat menyentuh level 1469. Tertahannya penguatan indeks juga dimotori oleh beberapa bursa regional yang gagalΒ menguat sehingga menjadi pemicu bagi investor untuk melakukan profit taking. Trading value sendiri relatif sangat kecil, hanya sekitar Rp1,8 triliun, menandakan investor masih menahan diri untuk masuk ke bursa.
Sementara bursa US kemarin kembali melemah setelah senin kemarin menguat. Melemahnya bursa US lebih disebabkan oleh pelemahan saham sektor teknologi yang membukukan result 3Q08 yang buruk, dan investor melihat dampak krisis finansial kembali akan memperburuk kinerja emiten-emiten pada 4Q08. Namun volatilitas pasar terlihat mulai berkurang seiring sentimen negatif dari sektor perbankan dan kredit yang mulai hilang. Investor mulai lebih fokus pada kinerja emiten ke depan dalam kondisi krisis finansial. Indeks Dow turun -2,5%, Nasdaq -4,1%, dan S&P500 -3%. Terkait hal ini, mayoritas bursa Asia hari ini dibuka melemah. Nikkei -3%, STI -2%, KS11 -1,3% dan AORD Australia -2%.
Pergerakan bursa Indonesia pada perdagangan hari ini diperkirakan akan kembali bergerak volatile dengan kecenderungan melemah. Minimnya sentimen positif akan memberi alasan bagi investor untuk melakukan profit taking pada saham-saham yang telah menguat 2 hari terakhir, seperti PTBA, TLKM dan ISAT. Trading value diperkirakan masih akan relatif sepi dengan rentang pergerakan indeks pada kisaran 1450 - 1399. (ir/ir)











































