BEI Maklumi Tipisnya Transaksi Perdagangan

BEI Maklumi Tipisnya Transaksi Perdagangan

- detikFinance
Rabu, 22 Okt 2008 14:47 WIB
BEI Maklumi Tipisnya Transaksi Perdagangan
Jakarta - Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak dibuka suspensinya pada 13 Oktober 2008 masih belum stabil. IHSG membutuhkan dorongan sentimen positif yang bersifat global untuk bisa bergerak stabil.

"Saya kira investor-investor sudah memiliki semangat untuk kembali masuk ke bursa. Namun sepertinya mereka masih menunggu waktu yang tepat untuk masuk secara besar-besaran. Perlu sentimen positif yang bersifat global untuk mendorong mereka masuk," ujar Direktur Pencatatan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito saat dihubungi detikFinance, Rabu (22/10/2008).

Sejak suspensi dibuka pekan lalu, IHSG memang pergerakannya masih sangat fluktuatif dan tidak stabil. Nilai transaksi harian pun belum mencapai jumlah normal. Rata-rata berada di kisaran Rp 1,5-2 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Selasa (21/10/2008), nilai transaksi satu hari perdagangan bahkan tidak mencapai Rp 1 triliun. Pada Sesi I perdagangan hari ini, nilai transaksi ditutup di bawah Rp 500 miliar. Sepertinya krisis likuiditas global ikut berpengaruh besar pada nilai perdagangan harian BEI.

"Dalam kondisi seperti ini, dimana likuiditas sangat ketat dengan volatilitas tinggi memang dapat dimaklumi jika banyak investor besar cenderung membatasi dananya untuk masuk ke bursa, meski sebenarnya dananya ada," ujar Eddy.

Eddy mengatakan investor-investor butuh sentimen positif yang sangat kuat, sehingga bisa mendorong mereka masuk. Apalagi, Eddy menambahkan, harga-harga saham sudah sangat murah.

"Dengan harga saham sangat murah, sebenarnya mereka sudah masuk sekarang. Namun mereka belum melihat adanya sentimen positif global yang bisa membawa pasar menuju kestabilan," jelas Eddy.

Analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih mengatakan, dalam kondisi seperti yang dikatakan Eddy, investor cenderung wait and see. Menurut Alfatih, dengan kondisi likuiditas ketat dan volatilitas tinggi, risiko investor untuk masuk dalam skala besar cukup tinggi.

"Risikonya tinggi jika mereka masuk sekarang. Jadi mereka cenderung menahan diri atau wait and see untuk melakukan pembelian baru," ujar Alfatih.

Didasarkan pada kondisi tersebut, Alfatih memperkirakan kisaran gerak IHSG selama sepekan akan berada di level 1.350-1.400.

"Supportnya di 1.350, sedangkan resist-nya di level 1400-an," ujar Alfatih.


(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads