Auto Rejection Asimetris Bukan Masalah

Auto Rejection Asimetris Bukan Masalah

- detikFinance
Rabu, 22 Okt 2008 17:25 WIB
Auto Rejection Asimetris Bukan Masalah
Jakarta - Penerapan auto rejection asimetris atau batas atas dan batas bawah yang tidak sama dinilai bukan suatu masalah. Banyak negara lain yang menggunakan sistem auto rejection asimetris.

Saat ini otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) masih mengkaji auto rejection asimetris. Sementara saat ini sistem auto rejection yang dipakai adalah 10% untuk batas atas dan batas bawah.

"Auto rejecton asimetris tidak masalah. Di negara lain banyak yang menggunakan ini. Sekarang ini hanya masalah BEI saja yang sistemnya belum bisa sesuai," kata Ketua Bapepam LK Fuad Rahmany di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (22/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nantinya kata Fuad, auto rejection batas bawah tetap 10% sedangkan batas atas akan dibuka lebih besar. "Tapi belum tahu berapa persen," katanya.

Auto rejection batas bawah dipertahankan 10% karena menurut Fuad itu bisa menecegah pelaku short sellling sehingga jika harganya turun tidak terlalu rendah tapi bisa naik tinggi.

Sementara anggota Komisi XI DPR Dradjad Wibowo mengaku tidak setuju jika batas auto rejection atas dibuka. Dradjad meminta agar batas auto rejection seperti saat ini tetap dipertahankan hingga volatilitas global terkendali.

"Auto rejection yang ke atas jangan dibuka. Karena kalau dibuka ibaratnya memberikan makanan pada short seller. Kalo saya short seller maka saya untung besar. Jadi saya minta auto rejection ditahan hingga volatilitas global terkendali, sekarang volatilitas masih tinggi," ujar Dradjad.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads