Pelemahan Bursa Global Terus Bayangi IHSG

Pelemahan Bursa Global Terus Bayangi IHSG

- detikFinance
Kamis, 23 Okt 2008 07:25 WIB
Pelemahan Bursa Global Terus Bayangi IHSG
Jakarta - Pasar saham dalam negeri masih rentan terhadap ancaman pelemahan bursa Wall Street dan Asia yang masih bisa menular. Transaksi saham juga belum begitu semarak karena tipisnya nilai perdagangan saham.

Pada perdagangan saham Kamis (23/10/2008) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi masih sulit menuju teritori positif karena tekanan faktor eksternal.

Investor belum begitu antusias melakukan pembelian saham karena kondisi pasar global yang terus  menunjukkan pelemahan. Sehingga pasar saham dinilai tidak cocok untuk investasi jangka pendek.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara bursa saham Asia pada Kamis pagi ini dibuka melemah seperti Nikkei yang turun  1,46% atau 126,9 poin ke posisi 8.574,79, dan KOSPI turun 3,97% atau 45,02 poin menjadi 1.089,57.

Pelemahan bursa saham Asia ini mengekor penurunan saham di Wall Street yang kembali terpuruk ke level terendahnya dalam 5 tahun terakhir karena masih dipicu sentimen resesi dan deflasi perekonomian dunia.

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS(22/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 514,45 poin (5,69%) ke level 8.519,21.

Indeks Standard & Poor's 500 melemah 58,27 poin (6,10%) ke level 896,78, yang merupakan level terendah sejak April 2003.

Indeks teknologi Nasdaq ditutup merosot 80,93 poin (4,77%) ke elvel 1.615,75, yang merupakan level terendah sejak Juni 2003.

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (22/10/2008) IHSG terjatuh hingga 60,406 poin (4,19%) menjadi 1.379,743.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
 
Optima Securities


Indeks kembali terkoreksi hingga 60 poin (4,19%) menjadi 1.379 dengan transaksi yang tipis hanya mencapai Rp 1,5 triliun. Penurunan indeks disamping karena turunnya harga komoditas  juga mengikuti penurunan bursa Asia utama yang anjlok lebih dari 5% seperti Hang Seng, Nikkei dan STI Singapura. Investor juga masih wait and see menunggu dibukanya suspend saham Bakrie khususnya BUMI. Indeks masih berpeluang melemah kembali di level pergerakan 1.350-1.420 dengan pilihan saham: TLKM, UNVR, SMGR, PNBN, dan BYAN.

Panin Sekuritas


IHSG anjlok -4.19% dalam perdagangan kemarin ditengah minimnya transaksi perdagangan. Sepanjang perdagangan kemarin, transaksi tercatat hanya mencapai Rp 1,56T. Investor melihat kondisi pasar finansial saat ini masih dilanda berbagai sentimen negatif, seperti kekhawatiran akan dampak resesi global. Kami perkirakan IHSG masih akan bergerak dalam trend melemah dalam jangka pendek dengan kisaran support-resistance 1.310-1.420.

eTrading Securities


Bursa Indonesia kemarin kembali ditutup mencetak rekor terendah baru sejak Agustus 2006 lalu. Indeks ditutup merosot 4,2% ke level 1379,7 didorong oleh penurunan saham dari sektor Infrastructure, Agri dan Finance. Rendahnya trading value yang hanya sekitar Rp1,5 triliun memberi signal investor masih belum sepenuhnya yakin untuk kembali masuk ke bursa.

Sementara bursa US kemarin kembali merosot tajam terkait kekhawatiran investor akan estimasi menurunnya kinerja emiten ke depan menghadapi krisis finansial yang telah menular ke sektor riil. Lonjakan nilai US$ dan merosotnya harga komoditas dunia juga memberi sentimen negatif ke bursa US. Indeks Dow anjlok 5,7%, Nasdag -4,7%, S&P500 -6,1%. Harga minyak kemarin ditutup turun 7,5% ke level terendah sejak Juni 2007 di level US$66,7/barrel. Sentimen ini membawa bursa Asia kembali anjlok pada pembukaan perdagangan hari ini. Nikkei -7%, KOSPI -7,5%, KS11 -7,5%, dan STI -4%.

Bursa Indonesia sendiri diperkirakan akan kembali melemah terkait penurunan bursa Global. Sektor komoditas dan Infrastruktur diperkirakan akan mengalami pelemahan yang paling dalam namun trading value diperkirakan masih akan kecil. Namun pelemahan indeks akan sedikit tertahan dengan aksi buy-back yang diperkirakan akan dilakukan oleh BUMN pada harga yang rendah. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1306 - 1399.
(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads