Euro bahkan anjlok di bawah level 1,30 dolar AS yang terjadi untuk pertama kalinya sejak Februari 2007.
Sedangkan mata uang Inggris poundsterling jatuh di posisi terendah dalam 5 tahun terakhir setelah gubernur bank sentral Inggris atau Bank of England (BoE) Mervyn King memperingkatkan posisi Inggris yang bisa terseret resesi.Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, mata uang dolar AS dan yen Jepang bergerak begitu atraktif karena investor banyak yang mengamankan dananya ke dua mata uang itu di tengah badai krisis finansial yang terjadi saat ini.
Pada penutupan perdagangan valas Rabu waktu AS (22/10/2008) euro jatuh di posisi 1,2867 dolar AS atau turun tajam dibanding satu hari sebelumnya di level 1,3073 dolar AS. Di awal perdagangan euro bahkan sempat anjlok hingga level 1,2743 dolar AS yang merupakan level terendah sejak 7 November 2006.
Euro telah turun lebih dari 20% terhadap dolar AS sejak mencapai rekor tertingginya pada pertengahan Juli lalu di level 1,6038 dolar AS.
"Perhatian pelaku pasar kini tertuju pada masalah fundamental ekonomi dan pelemahan yang terjadi di wilayah Eropa," kata analis dari Forex Capital Markets, John Rivera seperti dilansir dari AFP, Kamis (23/10/2008).
Sementara mata uang pounds berada di posisi terendah sejak September 2003 di posisi 1,6139 dolar AS setelah pasar melihat peluang negeri itu yang bisa masuk ke pusaran resesi. Pada penutupan Rabu waktu AS, pounds ada di level 1,6297 dolar AS, anjlok dibanding hari sebelumnya 1,6728 dolar AS.
Sementara mata uang rupiah diprediksi masih bertahan di level 9.800-9.900-an per dolar AS karena sepinya pasar finansial dalam negeri.
Pada perdagangan valas pukul 07.45 WIB, Kamis (23/10/2008) rupiah ada di posisi 9.898 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 9.895-9.901 per dolar AS.
Posisi rupiah Kamis pagi ini tidak jauh berbeda dengan penutupan Rabu kemarin yang ada di level 9.895 per dolar AS. (ir/ir)











































