Pada perdagangan Kamis (23/10/2008), IHSG dibuka langsung melorot hingga 49,251 poin (3,57%) ke level 1.330,492. Ini adalah level terendah IHSG sejak Juli 2006.
Bursa-bursa lainnya juga merosot tajam, indeks Hang Seng dibuka merosot 670,29 poin (4,7%) ke level 13.596,31. Nikkei-225 menutup sesi pertama dengan penurunan 478,95 poin (5,52%) ke level 8.195,74.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejatuhan bursa-bursa Asia ini mengikuti penurunan tajam Wall Street sebelumnya. Pada perdagangan Rabu (22/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup merosot 514,45 poin (5,69%) ke level 8.519,21.
Indeks Standard & Poor's 500 melemah 58,27 poin (6,10%) ke level 896,78, yang merupakan level terendah sejak April 2003. Indeks teknologi Nasdaq ditutup merosot 80,93 poin (4,77%) ke elvel 1.615,75, yang merupakan level terendah sejak Juni 2003.
Sementara di Brasil, bursa terpaksa menghentikan sementara perdagangan sahamnya selama 30 menit setelah merosot lebih dari 10% karena jatuhnya harga komoditas. Bursa Brasil akhirnya ditutup merosot 10,18%.
Berbagai langkah yang ditempuh pemerintahan di Asia untuk mengangkat kepercayaan pasar tampaknya belum efektif. Kini perhatian justru beralih ke pelemahan ekonomi, mengingat Asia selama ini sangat tergantung pada ekspor.
"Permintaan sedang melemah di seluruh dunia. Tidak hanya di AS, namun penurunan ekspor ke Uni Eropa juga meningkat. Meningkatnya ketidakpastian di sektor finansial sepertinya akan berdampak pada aktivitas ekonomi," ujar Junko Nishioka, ekonom dari RBS Securities di Tokyo, seperti dikutip dari Reuters. (qom/ir)










































