Pelaku pasar menunda dulu berinvestasi di saham karena gejolak pasar dunia yang belum pulih yang diperkirakan akan berlangsung lama.
Tipisnya transaksi ini memprihatinkan karena pemerintah dan BEI sebenarnya sudah banyak membuat kebijakan untuk membantu positifnya pasar modal pasca krisis finansial melanda pasar global. Â
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan saham hari ini berjalan sepi yang mencatat transaksi sebanyak 34.314 kali dengan volume 1,368 miliar unit saham, senilai Rp 1,477 triliun. Hanya 26 saham yang mengalami kenaikan harga, sisanya 136 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham yang anjlok harganya antara lain, Perusahaan Gas Negara (PGAS) turun Rp 140 menjadi Rp 1.490, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) turun Rp 275 menjadi Rp 3.625, Bank Internasional Indonesia (BNII) turun Rp 10 menjadi Rp 470, Telkom (TLKM) turun Rp 50 menjadi Rp 6.550, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 60 menjadi Rp 1.040 dan Astra Internasional (ASII) turun Rp 750 menjadi Rp 10.000. Â
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain, Timah (TINS) naik Rp 10 menjadi rp 1.120, Bank Central Asia (BBCA) naik Rp 25 menjadi Rp 2.675 dan Bayan Resources (BYAN) naik Rp 170 menjadi Rp 2.020.
IHSG mengikuti kejatuhan bursa saham Wall Street dan Asia pada hari ini seperti Hang Seng turun 3,55%, KOSPI turun 7,20%, Nikkei turun 2,46%, Shanghai turun 1,07%, STI Singapura turun 3,52%. (ir/qom)











































