Kenaikan tersebut terutama dikontribusikan oleh penjualan pasar lokal yang mampu menyerap 91,4% dari total penjualan yang dilakukan, atau sebesar 645.213 ton. Di pasar ekspor hanya sebanyak 60.935 ton.
"Selama periode tersebut, penjualan CPO AALI terjual dengan harga rata-rata Rp 7.995/kg, atau meningkat 40,9%," ujar Investor Relations AALI, Tjahyo DA, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (23/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama periode tersebut, volume penjualan AALI sebanyak 121.291 ton. Tahun lalu, sebanyak 103.939 ton. Dari sisi harga, kernel mengalami kenaikan sebesar 48,7%.
"Harga jual kernel AALI selama periode tersebut meningkat 48,7%. Dari Rp 2.860/kg pada sembilan bulan pertama 2007 menjadi Rp 4.252/kg pada periode sama tahun ini," ujar Tjahyono.
Komoditas AALI lainnya, PKO dan PKE juga mengalami pertumbuhan volume penjualan, masing-masing 43,2% dan 39,1%. Volume penjualan PKO selama sembilan bulan pertama 2008, mencapai 13.966 ton, naik 43,2% dibanding periode yang sama tahun lalu 9.752 ton.
Harga penjualan PKO mengalami kenaikan signifikan, yaitu 53,8% dari Rp 6.525/kg tahun lalu menjadi Rp 10.035/kg. Sehingga nominal penjualan yang didapat dari PKO sebesar Rp 140,14 miliar.
Pada komoditas PKE, volume penjualan sembilan bulan pertama 2008 mencapai 18.973 ton, tumbuh 39,1% dari periode yang sama tahun lalu sebanyak 13.642 ton. Sedangkan harga jual rata-rata sebesar Rp 948/kg, tumbuh 47,4% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 643/kg. Dengan demikian, nominal penjualan dari PKE adalah Rp 17,99 miliar.
Total penjualan AALI pada sembilan bulan pertama 2008, dari empat komoditas itu, mencapai Rp 6,27 triliun. (dro/ir)











































