Pasar Saham Butuh Gairah Beli

Pasar Saham Butuh Gairah Beli

- detikFinance
Jumat, 24 Okt 2008 07:34 WIB
Pasar Saham Butuh Gairah Beli
Jakarta - Pelaku pasar kehilangan gairah beli untuk investasinya di pasar saham. Masih berlangsungnya krisis finansial global membuat investor memilih minggir dulu dari arena lantai bursa.

Dengan kondisi seperti itu akan membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan, Jumat (24/10/2008) harus berjuang keras untuk keluar dari wilayah negatif meski ada potensi rebound jika gairah beli muncul.

Tekanan dari eksternal masih akan membayangi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah investor untuk melakukan pembelian saham juga akan membuat transaksi saham berlangsung tipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor masih fokus pada saham-saham unggulan terutama sektor infrastruktur seperti semen dan telekomunikasi dan membatasi masuk ke saham komoditas.

Sementara bursa saham di Wall Street bergerak dengan penuh kegamangan, sebelum akhirnya ditutup menguat. Investor juga merasa bahwa saham-saham kini sudah mencapai titik terendahnya.

Pada perdagangan Kamis (23/10/2008), indeks Dow Jones ditutup menguat 172,04 poin (2,02%) ke level 8.591,25 dalam sebuah pergerakan naik turun di rentang 7% poin. Arah pasar yang menguat baru jelas pada menit-menit terakhir. Kenaikan Dow Jones terjadi setelah sebelumnya merosot tajam hingga 514 poin.

Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 11,34 poin (1,26%) ke level 908,11. Namun indeks saham-saham teknologi di Nasdaq masih melemah 11,84 poin (0,73%) ke level 1.603,91.

Sementara bursa Asia Jumat pagi ini dibuka bervariasi, indeks Nikkei Jepang melemah 3,05% atau 258,04 poin menjadi 8.202,94 sedangkan indeks KOSPI Korea rebound dengan naik 0,2% atau 1,87 poin menjadi 1.051,58.

Sementara pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (23/10/2008) IHSG turun 42,539 poin (3,08%) menjadi 1.337,204.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities


Indeks kembali turun 42 poin (3%) menjadi 1.337 dengan transaksi yang tipis senilai Rp 1,4 triliun disamping karena bursa regional yang sedang koreksi, investor masih menahan diri menunggu bottomnya  indeks. Indeks sebelumnya sempat break  level support di 1.315 sehingga berpeluang menuju support berikutnya di posisi 1.135. Keluarnya laporan keuangan emiten yang cukup bagus masih belum mampu menjadi sentimen positif disaat ini. Indeks diperkirakan bergerak dilevel 1.300-1.350 dengan pilihan saham: SMGR, UNVR, BBCA, TINS, dan BYAN.

Panin Sekuritas

IHSG kembali anjlok -3.08% ditengah minimnya nilai transaksi perdagangan. Penurunan indeks mengikuti gerak bursa regional yang melemah akibat kekhawatiran akan dampak resesi global terhadap kinerja korporasi, serta anjloknya harga komoditas dunia. Minimnya sentimen positif membuat investor melakukan wait and see, meskipun saham-saham unggulan saat ini sudah banyak yang oversold. Kami perkirakan IHSG akan bergerak mixed pada kisaran support-resistance 1.278-1.350.

eTrading Securities

Bursa Indonesia kemarin kembali mencetak new-record low dengan IHSG ditutup turun 3% di level 1337,2 terendah sejak Juli 2006. Penurunan indeks masih terimbas sentimen negatif dari sektor finansial global dan anjloknya harga komoditas dunia seperti Minyak, Nickel, CPO dan Batubara. Trading value yang sangat kecil, hanya Rp1,4 triliun, seperti tidak menjustifikasi pelemahan yang terjadi di bursa, karena memang turun tajamnya indeks tidak disertai dengan penurunan pada fundemantal emiten di dalamnya, berbeda dengan kondisi bursa US yang memang mengalami penurunan fundamental pada emitennya.

Sementara bursa US berhasil teknikal rebound semalam, setelah sebelumnya telah melemah lebih dari 700 poin. Investor terlihat mulai melakukan bargain buying pada saham-saham berkapitalisasi besar yang masih memliki outlook fundamental yang kuat. Dow naik +2%, S&P500 +1,2% sedangkan Nasdaq terkoreksi -0,7%. Bursa US juga masih diterpa sentimen negatif dari kembali naiknya data pencari tunjagan pengangguran yang mencapai level 478.000 yang diperkirakan akan semakin memperlemah daya beli masyarakat US. Namun reboundnya bursa US belum mampu membawa bursa Asia bergerak menguat pada perdagangan hari ini. Nikkei -4,5% KOSPI -4%, STI -2%, AORD -1% dan SSEC -1%.

Sentimen bursa Global yang bervariasi akan membawa bursa Indonesia bergerak mixed hari ini dengan kecenderungan rebound. Beberapa saham yang telah terkoreksi cukup dalam seperti PTBA, TINS, ANTM, PGAS dan BBRI diperkirakan akan mulai dikoleksi oleh para investor. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran rentang 1306 - 1399. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads