Pelemahan bursa-bursa Asia terjadi ditengah kegugupan di Wall Street pada perdagangan sebelumnya, meski akhirnya indeks Dow Jones ditutup menguat 172,04 poin (2,02%) ke level 8.591,25.
Pada perdagangan Jumat (24/10/2008), indeks Nikkei-225 di Bursa Tokyo merosot tajam di bawah level 8.000 untuk pertama kalinya sejak Maret 2003. Nikkei 225 menutup sesi I dengan penurunan hingga 602,18 poin (7.12%) ke level 7.858,80.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wall Street ditutup menguat, namun itu hanya penguatan marjinal setelah aksi jual massal. Arah pasar global masih belum berubah. Melihat gejolak di Wall Street dan tren di pasar saham lain serta menguatnya yen, maka tidak heran jika saham-saham di Tokyo melemah," ujar Daisuke Uno, chief strategist Sumitomo Mitsui Banking Corp seperti dikutip dari AFP.
Di Hong Kong, indeks Hang Seng juga dibuka melorot 2,1%, sementara Australia turun 1,1% dan Singapura ambles 2,15%, Korsel merosot 3,5%.
Bursa Efek Indonesia pun tak ketinggalan. Pada perdagangan pukul 11.15 WIB, IHSG anjlok hingga 86 poin (6,44%) ke level 1.251.
Sementara dolar AS melemah ke 96,50 yen, dibandingkan sebelumnya di 97,27 yen. Euro melemah ke 123 yen, untuk pertama kalinya sejak 6 tahun terakhir.
(qom/ir)











































