Pada perdagangan Jumat (24/10/2008), bursa saham Asia mengawali dengan kemerosotan tajam. Indeks Hang Seng anjlok 7,75%, KOSPI merosot 10,6%, Nikkei-225 turun 9,6%, Straits Times turun 7,54%, IHSG merosot 7,22%.
Bursa-bursa Eropa melanjutkan kemelorotan di bursa Asia. Pada awal perdagangan akhir pekan ini, indeks DAX Frankfurt turun 6,63%, CAC 40 turun 4,91%, FTSE turun 5,51%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya pasar saham, mata uang pun bergerak liar. Euro merosot tajam menembus 1,27 dolar, yang merupakan level terendah dalam 2 tahun terakhir.
"Masih belum ada tanda-tanda menyerah dari lonjakan dolar akhir-akhir ini, terutama di Eropa yang muncul spekulasi akan ada penurunan suku bunga lagi sebelum akhir tahun sehingga menekan pound dan euro," ujar Gary Thomson dari CMC Markets seperti dikutip dari AFP.
Sementara harga-harga komoditas juga terus berjatuhan. Minyak mentah dunia yang sempat naik, akhirnya kembali turun.
Pada perdagangan di Asia, minyak jenis light untuk pengiriman Desember turun 64 sen ke US$ 67,20 per barel. Sementara minyak jenis Brent turun 56 sen ke levle US$ 65,36 per barel.
Padahal harga sempat naik tipis menjelang pertemuan OPEC di Wina, yang diperkirakan akan memutuskan penurunan produksi.
(qom/ir)











































