"Sampai saat ini belum ada rencana melakukan suspensi kembali pada saham-saham Bakrie yang sudah dibuka," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu di kantornya, SCBD, Jakarta, Jumat (24/10/2008).
Pada tanggal 7 Oktober 2008, seluruh saham grup Bakrie disuspensi lantaran anjlok tajam lebih dari 30% pada perdagangan 6 Oktober 2008. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) ditutup di harga Rp 145 pada 6 Oktober 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika ELTY, UNSP dan BTEL dibuka suspensinya pada 17 Oktober 2008, harga saham-saham mereka langsung anjlok hingga kena auto rejection bawah. Penurunan tajam hingga kena auto rejection terus terjadi selama 6 hari perdagangan sejak suspensi dibuka hingga penutupan hari ini, Jumat 24 Oktober 2008.
Pada perdagangan hari ini, ELTY ditutup di harga Rp 93, anjlok 38% jika dibandingkan dengan harga penutupan sebelum suspensi 6 Oktober 2008. Hari ini UNSP ditutup di level Rp 270, anjlok 40% dari harga penutupan sebelum suspensi.
Harga saham BTEL juga bernasib sama, penutupan hari ini ditutup di level Rp 185, anjlok 40% dari penutupan sebelum suspensi.
Penurunan saham-saham Bakrie yang telah dibuka suspensinya diperkirakan bakal terus berlanjut jika BNBR selaku induk usaha mereka tidak segera menyelesaikan masalah utang sebesar Rp 11,51 triliun yang melilit mereka.
Para analis mengatakan pemegang saham-saham grup Bakrie melihat masih besarnya potensi gagal bayar lantaran negosiasi penjualan saham BUMI tak kunjung selesai, terlebih di tengah kondisi pasar yang sedang ambruk, sehingga mereka memilih melepas portofolionya secara besar-besaran pada saham-saham grup Bakrie.
Hal itu ditunjukkan dengan besarnya tekanan jual pada 3 saham tersebut selama sepekan terakhir. Tidak terlihat dorongan beli yang memadai untuk menahan kejatuhan harga saham lebih dalam lagi.
(dro/qom)











































