"Saya tidak boleh menanggapi gejolak yang tiap hari terjadi," ujar SBY saat ditanya wartawan pendapatnya tentang nilai mata uang rupiah yang terus melemah.
Presiden menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers usai mengikuti KTT Asian-Europe Meeting (ASEM) di Peninsula Hotel, Beijing, China, Sabtu (25/10/2008), seperti dilaporkan reporter detikcom, Anwar Khumaini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu juga harus dilihat range-nya. Bandingkan dengan negara lain, kondisinya 6 bulan terakhir bagaimana," kata SBY.
Dalam kesempatan tersebut SBY juga menjelaskan tentang langkah-langkah pemerintah Indonesia dalam menghadapi krisis finansial global. Dia pun berharap Indonesia bisa segera mampu mengatasi krisis ini dengan selalu menyediakan payung sebelum terjadinya hujan.
"Kita datang ke KTT ASEM ini adalah mengemban misi untuk mendapatkan kepentingan kita. Jadi kita harus kerja keras, sedia payung sebelum turunnya hujan," papar pria asal Pacitan, Jawa Timur ini.
Saat ditanya langkah konkret apa yang akan dilakukan Indonesia dalam menghadapi krisis ini, SBY mengatakan, Indonesia akan mengerahkan segala sumberdaya yang ada untuk mengembalikan kondisi perekonomian menjadi normal kembali.
Selain itu SBY juga berharap ditemukannya sumber-sumber ekonomi baru yang mampu menghasilkan pendapatan yang luar biasa bagi negara.
"Misalkan dengan pengembangan herbal,"SBY mencontohkan.
(anw/qom)











































