Resesi Masih Hantui Pasar

Resesi Masih Hantui Pasar

- detikFinance
Senin, 27 Okt 2008 07:49 WIB
Resesi Masih Hantui Pasar
Washington - Hantu resesi masih belum akan pergi dari pasar saham. Sentimen itu pula yang menjungkalkan pasar saham dari berbagai belahan dunia pada pekan lalu.

Pemerintah dan Bank Sentral dari sejumlah negara tampaknya akan mengambil sejumlah langkah dramatis untuk meredam gejolak pasar yang belum berhanti.

Menteri Keuangan Jepang akan menggelar konferensi pers pada Senin (26/10/2008) pagi untuk mengumumkan sejumlah paket kebijakannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Bank Sentral Korea tengah menggelar pertemuan darurat pada Senin ini. Para analis memperkirakan Bank Sentral Korea akan mengumumkan penurunan suku bunga untuk mencegah kejatuhan pasar saham lebih lanjut.

Pada perdagangan Senin ini, pelemahan masih menghantui pasar saham. Indeks Nikkei-225 di Bursa Saham Tokyo dibuka melemah 80,72 poin (1,06%) ke level 7.568,36. Ini adalah level terendah di Bursa Tokyo sejak era 1980-an

Indeks KOSPI di Korsel dibuka melemah tipis 1,57 poin (0,2%) ke level 937,18. Sementara indeks S&P/ASX di Australia dibuka turun 70 poin ke level 3.799,4.

Sementara bursa-bursa di Timur Tengah sebelumnya sudah merosot tajam. Investor di Kuwait bahkan memilih meninggalkan lantai perdagangan untuk melakukan protes.

Seperti dikutip dari AFP, sekitar 30 pialang memilih untuk meninggalkan lantai bursa dan menggalang aksi demo di kantor pemerintah, yang ketika itu sedang menggelar rapat kabinet darurat. Aksi itu terjadi setelah indeks Kuwait Stock Exchange merosot 3,5% ke level 10.114,30, yang merupakan level terendah sejak April 2007.

Bursa-bursa Timur Tengah lain juga berjatuhan. Indeks saham Qatar merosot 8,93%, Oman turun 8,29%, Dubai turun 4,74%, Arab Saudi turun 1,66%.

Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari pelemahan di Wall Street yang terjadi di akhir pekan lalu. Dalam sebuah perdagangan yang penuh gejolak pada Jumat (24/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup merosot 312,30 poin (3,59%) ke level 8.378,95.

Investor kini sedang menunggu keputusan Bank Sentral AS yang akan menggelar pertemuan selama 2 hari mulai 28 Oktober, serta data pertumbuhan PDB AS.

"Kita sekarang berada ditengah tiupan penuh badai krisis finansial global. Para pembuat kebijakan tidak dapat meredam badai, meski sejumlah respons yang agresif memberikan secuil harapan," jelas analis dari Citigroup, Robert Buckland seperti dikutip dari Reuters.

Korban-korban dari krisis finansial kini masih terus berjatuhan. Mitsubishi UFJ Financial Group, yang merupakan bank terbesar di Jepang, kemungkinan akan menambah modalnya hingga 1 triliun yen atau sekitar US$ 10,6 miliar.

Sementara di AS, bank yang menerima bailout dari pemerintah kembali bertahap. Washington Federal Inc mengumumkan akan mendapatkan US$ 200 juta dari pemerintah AS. Sementara Bancorp juga mengumumkan akan mendapatkan US$ 3,4 miliar melalui program pelepasan saham.

Menteri Keuangan Prancis, Christine Lagarde mengingatkan bahwa gejolak saat ini kemungkinan akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi di tahun 2009.

"Pertumbuhan global akan berkurang selama tahun 2009. Setiap orang harus sangat, sangat hati-hati tentang prediksi dan lamanya waktu pelemahan ekonomi global," ujar Lagarde dalam wawancara dengan radio Europe 1, seperti dikutip dari AFP.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads