Saham PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) bisa menjadi pilihan investasi yang potensial karena proyeksi dividen tahun ini Rp 6,6 dengan target harga saham Rp 425.
"Berdasarkan hasil perhitungan kami, pendapatan WIKA tahun ini bisa mencapai Rp 6,45 triliun, melebihi target perseroan yang sebesar Rp 6 triliun," ujar analis PT Bahana Securities, Andhika Suryadharma, seperti dikutip detikFinance dari riset saham yang dipublikasikan, Senin (27/10/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perolehan tersebut didasarkan pada kontrak on hand yang diperoleh WIKA pada Agustus 2008 senilai Rp 13,6 triliun dan kepastian pengerjaan proyek jalan tol PT Marga Nujyasumo Agung (MNA) milik PT Jasa Marga Tbk (JSMR) oleh WIKA," ujar Andhika.
Kontrak tersebut diperkirakan bakal mampu menopang kinerja fundamental WIKA dalam menghadapi krisis keuangan global, setidaknya hingga 2010. Andhika memproyeksikan pendapatan WIKA di 2010 bisa mencapai Rp 9,44 triliun, tumbuh 21,16% dari posisi 2009.
"WIKA juga telah meraih kontrak penggarapan Pembangkit Listrik Tenaga Geothermal Tampomas di Subang Jawa Barat yang rencananya dimulai pada pertengahan 2009 hingga 2011," jelas Andhika.
Sehubungan dengan adanya pemberlakuan pajak tambahan sebesar 3% yang diambil langsung dari pos pendapatan perusahan-perusahaan konstruksi di Indonesia, Andhika memproyeksikan WIKA masih mampu memimpin diantara emiten-emiten sebidang lainnya seperti PT Adhi Karya Tbk (ADHI) dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL).
"Dengan memperhitungkan dampak pemberlakuan pajak tambahan 35 terhadap revenue, WIKA bakal masih membukukan laba bersih 2008 sebesar Rp 33 miliar," ujar Andhika.
Berdasarkan perhitungan Andhika, ADHI dan TOTL bakal membukukan laba bersih minus alias merugi pada tahun 2008 ini, masing-masing rugi bersih Rp 32 miliar dan Rp 4 miliar.
Oleh karena itu, Andhika memproyeksikan masih akan membagikan dividen di tahun 2008 ini. Proyeksinya, dividen 2008 sebesar Rp 6,6 per saham, naik 37,5% dari nilai yang dibagikan tahun lalu. Proyeksi dividen 2009 sebesar Rp 7,8 per saham, naik 18,18% dari posisi 2008. Di 2010, dividen WIKA diperkirakan sebesar Rp 10,6 per saham, naik 35,89% dari posisi 2009.
Dengan didasarkan pada riset tersebut, Andhika mematok target harga saham WIKA di level Rp 425 per saham, sedikit lebih tinggi dari harga perdana (IPO) WIKA di level Rp 420 per saham pada Oktober 2007.
Pada perdagangan Jumat 24 Oktober 2008, WIKA termasuk dalam sepuluh besar dalam jumlah saham yang ditransaksikan (volume transaksi) pada hari itu yaitu sebanyak 37,15 juta saham. Dibanding kinerja saham emiten-emiten BUMN lainnya, WIKA termasuk yang dapat bertahan dari penurunan IHSG yang cukup tajam selama beberapa pekan belakangan.
Anak Usaha Baru
WIKA juga baru saja mengumumkan pembentukan anak usahanya yang baru bernama PT Wijaya Karya Bangunan Gedung (Wika Gedung) yang khusus menangani proyek-proyek pembangunan gedung (high rise building). Dengan Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh senilai Rp 50 miliar, Wika Gedung akan menggenapi 3 anak usaha WIKA yang lain yaitu, PT Wika Realty, PT Wika Intrade dan PT Wika Beton.
Pada tahun 2009, perseroan menargetkan nilai kontrak Wika Gedung sebesar Rp 2,108 triliun dengan target pendapatan Rp 1,378 triliun. Pertumbuhannya diharapkan berkisar di rata-rata 21,4% per tahun. (dro/ir)











































