Seperti dikutip dari AFP, Senin (26/10/2008), penutupan sementara perdagangan saham di Filipina ini terjadi untuk pertama kalinya sejak Philippine Stock Exchange didirikan. Bursa Filipina dihentikan saat jatuh hingga 194,33 poin ke level 1.759,16, hanya 30 menit sebelum penutupan perdagangan sesi II.
Sementara mata uang peso juga terus merosot di tengah intervensi mati-matian dari Bank Sentral Filipina. Setelah sempat menyentuh level 48,991 dolar, peso kini menyentuh level terendahnya dalam 22 bulan terakhir di 49,35 dolar. Menurut para pialang, bank sentral sudah menginjeksikan US$ 100 juta ke pasar dalam rangka meredam kejatuhan mata uangnya,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa Asia lainnya juga berjatuhan, hanya Nikkei-225 yang berhasil naik tipis 0,4%. Selebihnya mengalami penurunan, Taipei turun 6%, Shanghai turun 2,3%, Sydney turun 1,35%, Hong Kong merosot 2%, Kospi melorot 0,58%.
Mata uang yen akhirnya tertahan penguatannya, setelah adanya spekulasi bahwa Bank Sentral Jepang akan melakukan intervensi untuk menahan penguatan lebih lanjut.
Dolar AS masih bertahan di level terendahnya dalam 13 tahun atas yen di posisi 91,86 yen, sebelum akhirnya menguat tipis ke 93,90 yen.
(qom/ir)











































