Pada perdagangan saham Selasa (28/10/2008) IHSG diprediksi akan kembali terpangkas karena situasi pasar saham global yang negatif. IHSG sulit melawan sentimen eksternal.
Bursa saham utama Asia, Nikkei dan KOSPI membuka perdagangan pada Selasa pagi ini dengan negatif. Indeks Nikkei 225 turun 19,36 poin (0,27%) menjadi 7.143,34 dan KOSPI turun 29,6 poin (3,1%) menjadi 916,85. Bursa di Australia S&P/ASX200 juga dibuka melemah 23,9 poin (0,63%) menjadi 3.785,3.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di Wall Street sangat bergejolak dengan volume perdagangan yang tipis. Investor sempat bereaksi positif atas data penjualan rumah.
Pada perdagangan Senin (27/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melemah 203,18 poin (2,42%) ke level 8.175,77.
Indeks teknologi Nasdaq juga turun 46,13 poin (2,97%) ke level 1.505,90. Sementara Standar & Poor's 500 juga merosot 27,85 poin (3,18%) ke level 848,92. Indeks S&P selama Oktober ini tercatat sebagai bulan yang terpuruk sejak perang dunia kedua.
Sementara pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (27/10/2008) IHSG anjlok 78,455 poin (6,3%) menjadi 1.166,409 yang merupakan posisi terlemahnya sejak Desember 2005.
Analis PT Valbury Asia Securities, Mastono Ali saat dihubungi detikfinance, Senin (27/10/2008) mengatakan IHSG diperkirakan menembus level 1.000 pekan ini. Support IHSG berikutnya berada di level 900, ditengah kondisi yang serba tidak pasti ini.
"Tren IHSG terus menurun, terutama jika dikaitkan dengan kondisi ekonomi makro saat ini. Potensi menembus level 1.000 sangat mungkin terjadi. Dalam keadaan yang sudah di luar kewajaran seperti ini, segalanya bisa terjadi," ujarnya.
Menurut Mastono, hingga saat ini belum kelihatan tanda-tanda yang dapat menjadi katalis bagi rebound IHSG. Tren penurunan IHSG diperkirakan akan terus berlanjut, apalagi ditambah penurunan harga minyak mentah, komoditas, emas dan kemungkinan perlambatan ekonomi dunia hingga berujung resesi.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
Penurunan bursa regional masih terus berlanjut. Kemarin IHSG ditutup -6.30%, bahkan Hangseng ditutup anjlok -12.70%. Pasar masih dilanda kekhawatiran terhadap efek dari resesi global. Selain itu, Investor juga menanti beberapa data makro ekonomi Amerika yang akan dirilis pekan ini (FOMC, angka GPD 3Q'08). Untuk dalam negeri, ambruknya nilai tukar rupiah menambah daftar sentimen negatif bagi pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang. Kisaran support-resistance 1.100-1.200.
Optima Securities
Indeks kembali melemah 78 poin (6,3%) menjadi 1.166 masih dipicu bursa regional yang masih dalam tekanan seperti Hang Seng turun hingga 12,7%, Shanghai turun 6,32%, dan Nikkei turun 6,63%. Sementara itu Kospi naik 0,8% setelah bank sentral memotong suku bunga 75 bps menjadi 4,25%. Bursa di dunia menunggu The Fed Meeting pada 29 Oktober yang diperkirakan menurunkan 50 bps ke level 1%. Selanjutnya sentimen laporan keuangan pada pekan ini dari beberapa emiten besar seperti ASII, BBCA, BBRI, AALI, BMRI, BBNI bisa jadi sentimen segar ke pasar. Indeks masih downtrend dikisaran 1.135- 1.180 dengan pilihan saham: ISAT, BNII, APEX, ASII, dan BBCA. (ir/ir)











































