Qtel Tender Offer Saham Indosat Rp 6.416

Qtel Tender Offer Saham Indosat Rp 6.416

- detikFinance
Selasa, 28 Okt 2008 16:38 WIB
Qtel Tender Offer Saham Indosat Rp 6.416
Jakarta - Qatar Telecom mengumumkan harga tender offer untuk pembelian sekitar 24,2% saham publik di PT Indosat Tbk senilai Rp 6.416 per saham. Harga tender offer ini jauh di bawah harga pembelian saham Indosat milik Singapore Technologies Telemedia (STT) yang sebesar Rp 7.388 per saham.

Qtel membeli saham milik STT di Indosat sebanyak 40,8% pada harga US$ 1,8 miliar pada Juni 2008.

"Berdasarkan prosedur tender offer wajib yang baru, harga untuk setiap saham Seri B adalah sebesar Rp 6.416," bunyi siaran pers Qtel yang diterima detikFinance, Selasa (28/10/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam aturan baru tender offer yang diterbitkan Bapepam LK disebutkan, harga pelaksanaan penawaran tender paling kurang sebesar harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman atau sebelum pengumuman negosiasi atau harga pengambilalihan yang sudah dilakukan. Harga tersebut harus dipilih harga yang lebih tinggi.

Qtel mengatakan akan melakukan tender offer yang terkoordinir untuk saham Indosat yang ada di Indonesia dan Amerika Serikat setelah menerima pemberitahuan resmi mengenai kepemilikan saham di Indosat yang diizinkan sampai dengan 65 persen.

"Dua isu penting mengenai penanaman modal kami, yakni perkara di Mahkamah Agung dan pembatasan kepemilikan asing atas kepemilikan saham kami di Indonesia, sekarang telah terjawab dan kami bahagia memperoleh kesempatan untuk memiliki mayoritas saham Indosat," kata Ketua Qtel Grup dan Presiden Komisaris Indosat Sheikh Abdullah Bin Mohammed Bin Saud Al Thani.

Thani mengatakan pihaknya dengan tulus meyakini bahwa Indosat akan menjadi perusahaan yang lebih kuat dengan satu pemegang saham memiliki lebih dari 50% saham. Hal ini menurutnya akan memberikan landasan kokoh bagi penanaman modal dimasa yang akan datang.

"Kami percaya penanaman modal Qtel didalam Indosat akan mempererat ikatan antara Qatar dan Indonesia," ujarnya.

Dijelaskan, Indonesia telah memperlihatkan potensi jangka panjang sebagai pasar dengan operasi Indosat menyumbang 17% dari penghasilan grup Qtel selama 9 bulan tahun 2008 dengan memiliki 36,3 juta pelanggan pada akhir periode itu.

Mulai triwulan III-2008, Indonesia menjadi pasar kedua terbesar dari segi penghasilan bagi Qtel, sementara pasar terbesar yang sumbangannya lebih besar lagi adalah Qatar.

Dengan penduduk berjumlah 230 juta orang-negara dengan jumlah penduduk ke 4 terbesar di dunia dan tingkat penetrasi telepon seluler diperkirakan hanya 48 persen, Qtel percaya peluang pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya sangat besar.

"Didukung oleh pengalaman yang ditimba dari operasi Qtel lainnya, dan dengan investasi berkelanjutan, kami yakin bahwa keputusan hari ini membuka sebuah lembar baru yang menggairahkan bagi operasi internasional kami," kata Al Thani.

"Sebagai bagian dari visi kami menjadi salah satu dari 20 operator besar didunia pada tahun 2020, kami berkomitmen untuk terus memperluas operasi kami di wilayah pasar Asia Tenggara yang dinamis. Keputusan hari ini merupakan tonggak yang penting dalam perjalanan kami menuju cita-cita tersebut," pungkasnya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads