Data CNBC pukul 17.00 WIB, Selasa (28/10/2008) rupiah hanya melemah 51 poin ke posisi 10.800 per dolar AS. Pada hari ini rupiah sempat anjlok hingga 1.101 poin ke posisi 11.850 per dolar AS.
Pelemahan rupiah agak tertahan setelah BI terus menerus siaga di pasar. Rupiah juga mulai terkendali karena bursa saham Asia sudah mulai rebound.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang banyak pandangan tentang nilai tukar rupiah. Ada yang mengatakan dilepaskan saja pak karena kalau rupiah terlalu kuat, negara-negara lain mengalami depresiasi nilai tukarnya. Malah ekspor kita jadi tidak bisa bersaing, padahal menembus pasar dunia itu susah. Ada juga yang mengatakan, kalau sudah tembus 10.000 kalau bisa ditahan, syukur-syukur bisa kembali ke 9 ribu sekian, khawatir kalau mengganggu yang lain," kata SBY di istana presiden, Jakarta, Selasa (28/10/2008).
Menurut SBY, semua usulan itu ada plus minusnya. Yang jelas, dari sisi pemerintah dan negara, ada kisaran mengenai berapa nilai rupiah yang tepat atau nilai paling rendah atau tingginya. Sehingga ekspor dan impor bisa berjala dengan lebih baik.
Â
"Tapi karena hari ini sudah tembus 11 ribu sekian, sudah segera kita ambil langkah-langkah dan BI segera melakukan excercise siang ini bersama-sama dengan Menkeu, tentu ada sejumlah instrumen namanya policy import yang harus kita keluarkan," katanya.
Â
SBY menjelaskan nilai tukar itu tidak bisa berdiri sendiri-sendiri karena sangat berkaitan dengan faktor fundamental yang lain.
"Tidak bisa terus solusinya meluncurkan lagi untuk intervensi pasar. Satu billion, dua billion dari cadangan kita, dan tidak selalu itu solusinya, bisa kontraproduktif. Kalau yang menyebabkan melemahnya nilai tukar karena fundamental yang lain, maka yang kita sentuh fundamentalnya itu. Bukan harus melakukan operasi dari pasar valuta, ya dengan hari ini masuk ke 11 sekian, kita pastikan policy respons kita berkaitan dengan itu," paparnya.
(ir/qom)











































