Keluarnya kebijakan pemerintah yang banyak memberikan insentif ke eksportir dan rencana pembelian SUN akan membuat pasar nyaman karena berimbas pada penguatan rupiah. Ujung-ujungnya investor saham juga akan lebih tenang melakukan investasi jika rupiah terkendali.
Penguatan bursa regional Rabu pagi ini (29/10/2008) yang mengikuti Wall Street menjadi sentimen positif buat IHSG. Indeks Nikkei Jepang naik 6,92% atau 479,26 poin menjadi 8.101,8, KOSPI Korea naik 7,66% atau 76,98 poin menjadi 1.076,14 dan S&P/ASX200 Australia naik 4,2% atau 158,9 poin menjadi 3.953,5.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Selasa (28/10/2008) waktu AS, indeks Dow Jones ditutup menguat tajam hingga 889,35 poin (10,88%) ke level 9.065,12. Standard & Poor's juga naik tajam hingga 91,59 poin (10,79%) ke elvel 940,51. Sementara Nasdaq menguat hingga 143,57 poin (9,53%) ke level 1.649,47.
Ini adalah kenaikan terbesar kedua yang pernah dicatat Dow Jones dan S&P dalam sejarah. Kenaikan terbesar dicatat pada 13 Oktober, saat Dow Jones melonjak 936,42 poin dan S&P 500 melonjak 104,13 poin.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (28/10/2008) IHSG masih juga turun 55,019 poin (4,72%) ke posisi 1.111,390.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks masih melemah 55 poin (4,72%) ke posisi 1.111 ditengah bursa regional yang rebound seperti Hang Seng +14,35%, Kospi +5,57%, Nikkei +6,41%, STI + 3,13%. Saham-saham BUMN yang mengadakan program buy back jadi motor pergerakan indeks sehingga bila program tersebut terus dijalankan akan menambah keyakinan investor. Indeks berpotensi rebound mengantisipasi laporan keuangan dan hasil pertemuan The Fed nanti malam yang diperkirakan memotong suku bunga 50 bps menjadi 1%. Pergerakan indeks harian di level 1.070-1.150 dengan pilihan saham SMGR, TINS, ANTM, TLKM, dan PGAS.
eTrading Securities
Bursa Indonesia kemarin kembali terkoreksi cukup dalam, seiring sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menyentuh level Rp12.700/US$. Aksi spekulan di pasar valas membuat pergerakan rupiah menjadi sangat volatile dan memberi sentimen buruk ke bursa Indonesia. Indeks kembali turun 4,7% ke level 1111,3 dengan adj.Trading value mencapai Rp1,9 triliun. Beberapa saham mengalami bargain buying dan berhasil ditutup menguat, antara lain TINS, ANTM, INCO dan SMGR.
Sementara bursa US kemarin ditutup melonjak naik setelah testimoni dari The Fed yang akan kembali menurunkan Fed Rate dalam pertemuan malam ini. Konsensus memperkirakan Fed akan menurunkan suku bunga antara 25-50 bps untuk kembali memberi stimulus likuiditas di sektor kredit dan meningkatkan daya beli masyarakat.
Langkah ini secara serempak juga akan diikuti oleh beberapa bank sentral Eropa dan Bank sentral Jepang yang diperkirakan akan menurunkan suku bunganya ke level 0,25% untuk menjaga nilai tukar Yen dan menstimulus sektor perbankan. Dow menguat signifikan +10,8%, Nasdaq +9,5% dan S&P500 +10,8%. Investor mulai kembail masuk ke bursa dan memburu saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam pada 1 minggu terakhir, dan mengabaikan sentimen negatif dari data kepercayaan konsumen yang kembali turun dan mencetak rekor terendah di level 38. Sentimen positif dari sektor keuangan US membawa bursa Asia dibuka menguat signifikan pagi ini. Nikkei +7%, KOSPI +5%, STI +3% dan AORD +3,8%.
Bursa Indonesia diperkirakan akan memanfaatkan sentimen positif ini untuk kembali masuk dalam momentum bullish jangka pendek, setelah selama 1 minggu berturut-turut terus melemah. Investor diperkirakan akan kembali masuk ke bursa dan memburu saham-saham yang telah terkoreksi cukup dalam, seperti PGAS, TINS, ANTM, ASII, dan PTBA. Rentang pergerakan indeks akan berada pada kisaran 1100 - 1200 dan mencoba menembus level piskologis di 1200. (ir/ir)











































