Pengetatan rasio Beban Usaha terhadap pos Penjualan mendorong kenaikan Laba Bersih. Demikian laporan manajemen UNVR dalam keterbukaan informasi ke BEI, Rabu (29/10/2008).
Pada pos Penjualan, UNVR membukukan angka sebesar Rp 11,755 triliun, naik 22,4% dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 9,603 triliun.
Β
Namun kenaikan Harga Pokok Penjualan sebesar 23,65% menjadi Rp 5,891 triliun dari sebelumnya Rp 4,764 triliun, sedikit memangkas rasio pertumbuhan Laba Kotor terhadap rasio pertumbuhan Penjualan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban Usaha perseroan triwulan III-2008 sebesar Rp 2,984 triliun dari sebelumnya Rp 2,604 triliun. Rasio peningkatan Beban Usaha yang hanya sebesar 14,59% mendorong perolehan Laba Usaha tumbuh lebih tinggi dibanding pertumbuhan Penjualan maupun laba Kotor.
Pos Laba Usaha sebesar Rp 2,880 triliun, naik 28,97% dari sebelumnya Rp 2,233 triliun. Pengetatan peningkatan Beban Usaha juga cukup mengkontribusikan kenaikan Laba Bersih.
Setelah dikurangi Beban Pajak dan lainnya, pada pos Laba Bersih perseroan membukukan angka sebesar Rp 2,046 triliun, naik 29,9% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,575 triliun.
Rasio kenaikan Laba Bersih per Saham (Earning per Share/EPS) juga naik menjadi Rp 268, tumbuh 29,46% dibanding tahun sebelumnya Rp 207.
(dro/ir)











































