IHSG Bisa Menguat Tapi Hati-hati

IHSG Bisa Menguat Tapi Hati-hati

- detikFinance
Kamis, 30 Okt 2008 07:30 WIB
IHSG Bisa Menguat Tapi Hati-hati
Jakarta - Pergerakan bursa regional juga akan menjadi acuan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (30/10/2008).

Bursa Asia pada Kamis pagi ini dibuka menguat seperti Nikkei naik tipis 0,7%, KOSPI Korea naik 7% sedangkan bursa saham Australia ASX/200 menguat 1,6%.

Sebaliknya Wall Street bergerak melemah, meski The Fed sudah menurunkan suku bunga karena keluarnya pernyataan dari GE.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (29/10/2008), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 77,26 poin (0,85%) ke level 8.987,86. Nasdaq menguat tipis 7,74 poin (0,47%) ke level 1.657,21 dan indeks Standard & Poor's 500 melemah 10,42 poin (1,11%) ke level 930,09.

Penurunan saham-saham terjadi setelah General Electric mengeluarkan peringatan bahwa penjualannya akan turun 10% hingga 15% untuk tahun 2009.Β Β  Β 

Sedangkan pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (29/10/2008) IHSG menguat tipis 2,234 poin (0,2%) ke posisi 1.113,624.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Terlihat pergerakan kurs Rupiah yang fluktuatif membayangi pergerakan bursa kemarin. Investor masih khawatir gejolak nilai tukar akan berdampak terhadap perekonomian nasional. Hari ini kami perkirakan pergerakan pasar regional akan dipengaruhi oleh hasil sidang The Fed terkait dengan suku bunga. Selain itu pasar juga masih menanti angka pertumbuhan ekonomi AS untuk 3Q08. Secara teknikal, IHSG akan bergerak pada kisaran support-resistance 1.070-1.130.

Optima Securities


Indeks akhirnya hanya menguat tipis 2 poin (0,2%) ke posisi 1.113 di tengah bursa Asia yang mixed seperti Hang Seng naik 0,84%, Nikkei naik 7,74%. Kenaikan tipis tersebut menandakan investor belum confident menunggu perkembangan ekonomi global dan grup Bakrie. Sementara itu kenaikan indeks Nikkei disebabkan ekspektasi penurunan suku bunga oleh Bank Sentral Jepang sebesar 25 bps menjadi 0,25% pada 31 Oktober mendatang. Indeks diperkirakan bergerak di level 1.070-1.150 dengan pilihan saham: UNVR, BBCA, AALI, SMGR, dan SGRO.

eTrading Securities


The Fed Pangkas suku bunga 50bps menjadi 1% dan Dow Jones sempat naik melebihi level 9.300 dan panik selling pada dua menit terakhir mengerek indek Dow 0,8% menjadi 8.990. Investor melakukan kesempatan profit taking dari setiap kenaikan indeks karena masih di selimuti keraguan dengan rencana pemangkasan bunga mampu menghadapi krisis. Investor juga mengantisipasi laporan GDP kuartal ke 3 yang akan di laporkan sebentar lagi. Sementara indonesia masih belum melakukan penurunan suku bunga yang saat ini berada pada level 9,5%

Pembukaan perdagangan di regional rata-rata naik Nikkei dan STI +2%. Sementara minyak dunia berada pada level $68/barrel dan Rupiah sedikit melemah menjadi Rp10.700/USD. Pemerintah sudah mulai mengintervensi rupiah akibat dana asing yang keluar dari indonesia. Kita sendiri sangat optimistis dengan kemampuan Indonesia menstabilkan rupiah karena (1) Cadanga devisa yang besar, (2) Utang terhadap GDP yang sangat rendah sekitar 30% dan (3) Suku Bunga Indonesia masih di atas rata-rata regional. Kita yakin pelemahan rupiah hanya sementara, akibat asst dari investasi asing yang keluar dari indonesia.

Untuk Bursa Indonesia, Kamis pagi ini di perkirakan masih akan mixed. Suspensi saham dari group BUMI masih menjadi hantu di pasar modal kita. Ketidakpastian dari pembukaan saham BUMI membuat investor cenderung melikuidasi saham lainnya. Sementara itu, Laporan BBCA kuartal ke tiga sangat cemerlang. Bank komersial terbesar ini menunjukan kekuatan likuiditas sampai kuartal ketiga. BBCA terkenal sebagai bank yang memiliki likuiditas terbesar, franchise yang kuat dan diversifikasi aset. Rekomendasi kita BUY untuk saham BBCA dan Indek akan ditopang saham BBCA hari ini.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads