Bakrieland Kaji Convertible Bond Rp 1 Triliun

Bakrieland Kaji Convertible Bond Rp 1 Triliun

- detikFinance
Kamis, 30 Okt 2008 11:08 WIB
Bakrieland Kaji Convertible Bond Rp 1 Triliun
Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sedang mengkaji kemungkinan penerbitan obligasi konversi (convertible bond) senilai Rp 1 triliun sebagai opsi masuknya dana bernilai sama dari Avenue Luxembourg Sarl setelah menambah kepemilikan sahamnya menjadi 30,76%.

"Opsi masuknya dana Rp 1 triliun dari Avenue sedang kami kaji. Kalau dari manajemen kami cenderung memilih convertible bond ketimbang pinjaman. Namun kepastiannya masih 1-2 minggu lagi," ungkap Presiden Direktur ELTY, Hiramsyah S Thaib saat dihubungi detikFinance, Kamis (30/10/2008).

Pada 15 Oktober 2008, Avenue menandatangani perjanjian pembelian saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di ELTY sebanyak 3,05 miliar saham atau sekitar 15,3% dari jumlah saham dalam Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh di harga Rp 150 per saham. Total nilai transaksi tersebut mencapai Rp 457,5 miliar atau US$ 46 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah itu, rencananya Avenue akan menyuntikkan dana senilai Rp 1 triliun untuk memperkuat struktur permodalan ELTY. Namun mekanisme masuknya dana tersebut masih dalam pengkajian manajemen kedua belah pihak.

"Kami punya opsi dana tersebut masuk dalam bentuk pinjaman. Namun itu kurang bagus bagi gearing ratio ELTY, karena selama ini gearing ratio kami sangat kecil jumlahnya. Namun masih kami bicarakan opsi-opsinya," jelas Hiramsyah.

Menurut Hiramsyah, opsi yang lebih menguntungkan bagi semua pihak adalah dana Rp 1 triliun itu masuk melalui convertible bond. Meski masih dikaji, jika jadi diterbitkan nilainya bisa sebesar Rp 1 triliun.

"Seandainya opsi ini diambil, jangka waktu convertible bond mungkin antara 2 hingga 3 tahun," ujar Hiramsyah.

Mengenai saham yang akan dikonversi, Hiramsyah mengatakan ELTY akan menggunakan saham yang sedang dalam proses pembelian kembali (buy back) sebanyak 20% selama 3 bulan ke depan. Ditambah kemungkinan melakukan penerbitan saham terbatas (rights issue) untuk menutupi kekurangan saham yang akan dikonversi.

"Saham yang dikonversi salah satunya adalah yang sedang kami buy back dalam 3 bulan ke depan. Kekurangannya, kami akan mengkaji kemungkinan rights issue pada 2-3 tahun lagi, ketika convertible bond jatuh tempo. Nilai rights issue masih belum ditentukan. Opsinya saja belum ditentukan," ujar Hiramsyah. (dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads